Bermasalah dengan Taksi Konvensional, Pengemudi Angkutan “Online” Unjuk Rasa ke DPRD Riau

Kompas.com - 05/02/2018, 18:13 WIB
Para pengemudi taksi online dari berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementrian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (29/01/2018). Mereka menolak Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. MAULANA MAHARDHIKAPara pengemudi taksi online dari berbagai daerah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementrian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (29/01/2018). Mereka menolak Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 108 penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sekitar 500 orang pengemudi angkutan online (daring) di Pekanbaru melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (5/2/2018), terkait permasalahan yang sering terjadi antara angkutan daring dan taksi konvensional di Pekanbaru.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa berkumpul di kawasan Lapangan Purna MTQ, kemudian melanjutkan longmarch ke kantor DPRD Riau, yang mendapat pengawalan dari pihak Polresta Pekanbaru.

Massa berorasi untuk menyuarakan tuntutan mereka yang ditujukan kepada anggota DPRD Riau. Bahkan, massa juga sempat menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul "Wakil Rakyat" sambil menunggu kedatangan anggota Dewan tersebut.

Tak lama kemudian, tiga orang perwakilan anggota Dewan menemui massa tersebut. Kordias Pasaribu, seorang anggota Dewan, bersama anggota lainnya mendengarkan keluhan massa itu.

Kristiandi Pandjaitan, salah satu perwakilan pengemudi taksi daring, menyampaikan beberapa tuntutan. Dia mengaku selama ini sering terjadi perselisihan sopir angkutan daring dan taksi konvensional.

Bahkan, terjadi aksi pemukulan antara kedua kubu tersebut di Kota Pekanbaru. Selain itu, di area Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Kota Pekanbaru hingga saat ini masih menjadi polemik antara angkutan daring dan taksi konvensional.

"Kami dianggap mengambil penumpang di sana. Kami enggak ambil penumpang, kadang cuma jemput keluarga. Kami jadi tidak nyaman," ungkap Kristiandi.

Baca juga: Organda Garut Minta Angkutan Online Juga Tak Beroperasi Selama Mogok

Bahkan, beberapa waktu lalu seorang kakak dari sopir taksi daring diduga dipukul ketika menjemput penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru. Kasus itu pun telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru.

Oleh karena itu, atas nama pengemudi daring Pekanbaru, Kristiandi mendesak agar segera ditindaklanjuti dengan upaya mediasi antara kedua belah pihak serta instansi terkait yang ditengahi oleh DPRD Riau agar permasalahan itu cepat selesai.

"Kami tidak ingin ada lagi kekerasan dan perusakan mobil kami," pinta Kristiandi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X