Warga Jadi Korban Peluru Nyasar Saat Polisi Kejar Bandar Narkoba

Kompas.com - 03/02/2018, 15:35 WIB
Korban peluru nyasar polisi,dafriago saat mendapat perawatan di rumah sakit santa maria pekanbaru(dokumentasi humas polda riau) Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra IndrianiKorban peluru nyasar polisi,dafriago saat mendapat perawatan di rumah sakit santa maria pekanbaru(dokumentasi humas polda riau)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dafriargo (44), warga Desa Kiyab Jaya Kecamatan Bandar Sei Kijang, Pelalawan, Riau, yang menjadi korban peluru nyasar atau rikoset (ricochet) saat penyergapan terduga bandar narkoba, Jumat (2/2/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban kini masih dirawat di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru, dan masih dalam pengawasan langsung petugas Polsek Sei Kijang (3/2/2018).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, satu butir proyektil di betis korban sudah keluarkan setelah dilakukan operasi.

"Kami harap kondisi Dafriargo segera pulih dalam beberapa hari. Semua biaya operasi hingga perawatan ditanggung Polsek Sei Kijang," sebut Guntur.

Dia mengatakan, pihak Polsek Sei Kijang telah menemui keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. "Alhamdulillah, keluarga korban mengikhlaskan kejadian ini dan meminta Dafriargo dirawat," ucapnya.

Guntur menjelaskan, insiden peluru nyasar ini terjadi saat Tim Opsnal Reskrim Polsek Sei Kijang melakukan penangkapan terduga bandar narkoba di Jalan Lintas Timur kilometer 43 Desa Kiyab Jaya Kecamatan Bandar Sei Kijang, Pelalawan.

"Pelaku diduga akan melakukan transaksi narkoba. Namun cepat diketahui oleh petugas dan dilakukan penyelidikan. Sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara), pelaku melarikan diri menggunakan mobil Kijang warna silver," terang Guntur.

Meski sempat dilakukan penghadangan, pelaku menabrak mobil petugas dibagian kiri belakang.

Kanit Reskrim Polsek Sei Kijang, Yuhendra Roza yang memimpin penyergapan itu menghubungi anggota piket Yanmas Polsek Sei Kijang berjaga di jalan.

"Pelaku juga menerobos anggota Yanmas hingga masuk parit. Namun pelaku juga berhasil lolos," kata Guntur.

Anggota Yanmas memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara, akan tetapi tidak dihiraukan pelaku.

Kemudian petugas mengarahkan satu tembakan timah panas mengenai ban mobil. Ternyata, peluru mantul dan mengenai betis seorang warga yang sedang melintas.

"Anggota langsung menyelamatkan korban dan dibawa ke Puskesmas Sei Kijang untuk dilakukan pertolongan pertama. Setelah itu korban dirujuk ke Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru dikawal dua personel," jelas Guntur.

Petugas lainnya melanjutkan pengejaran terhadap bandar narkoba. Adapun anggota yang melakukan penembakan saat kejadian  tersebut dimintai keterangan oleh Propam Polres Pelalawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X