Komplotan Begal di Karawang Jual Hasil Kejahatan Melalui Facebook

Kompas.com - 30/01/2018, 20:39 WIB
Rilis kasus curas di Instalasi Forensik RSUD Karawang, Selasa (30/1/2018). Salah satu pelaku, AP terpaksa ditembak di bagian dada lantaran berusaha melawan petugas dengan sebilah golok. KOMPAS.com/Farida FarhanRilis kasus curas di Instalasi Forensik RSUD Karawang, Selasa (30/1/2018). Salah satu pelaku, AP terpaksa ditembak di bagian dada lantaran berusaha melawan petugas dengan sebilah golok.
|
EditorReni Susanti

KARAWANG, KOMPAS.com - Komplotan residivis pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal menjual hasil kejahatan melalui media sosial dan dilakukan dengan cash on delivery (COD). Salah satu pelaku ditembak mati petugas.

Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani mengungkapkan, semua kendaraan bermotor roda 2 hasil kejahatan AP alias Dugul, PM alias Ceplo, AR alias Blek, IW, DY alias Doyok, dan RM dijual melalui jejaring sosial Facebook.

"Hasil kejahatan itu dijual AR di jejaring sosial facebook dengan cara COD," kata Marjani, Selasa (30/1/2018) sore.

Satu di antaranya, AP terpaksa ditembak mati petugas lantaran berusaha melawan petugas saat ditangkap dengan sebilah golok.

(Baca juga : Residivis Begal Ditembak di Tempat Persembunyiannya di Karawang)

Saat itu, Minggu (28/1/2018) pukul 23.00 WIB, polisi menggerebek rumah AR alias Blek. Di saat bersamaan ada AP di lokasi yang sama. Namun keduanya melarikan diri sehingga polisi menggeledah rumah dan mendapati AP tengah bersembunyi di sekitar rumah.

"AP berusaha menebaskan golok ke arah leher petugas. Karena membahayakan, akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan tembakan ke arah dada. Yang bersangkutan tewas dalam perjalanan menuju RSUD Karawang," kata Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan.

Hendy menjelaskan, 5 orang lainnya melarikan diri dan saat ini tengah diburu polisi. AP bersama 5 rekannya merupakan warga Kampung Babakan Tohir, Desa Wagir, Kecamatan Majalaya, Karawang.

"Mereka merupakan residivis jaringan lokal dan berdasarkan penyelidikan sementara telah beraksi di 8 TKP (tempat kejadian perkara)," katanya.

Hendy mengatakan, modus operandi komplotan tersebut ialah memepet korban yang sendirian pada tengah malam dan tak segan melukai korbannya.

Kompas TV 2 pelajar ini masih duduk di bangku SMK.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Orangtua Mahasiswa di Wuhan: Jujur Pengen Dia Cepat Pulang, tapi Kita Tak Boleh Egois

Regional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Cegah Penyebaran Virus Corona, Suhu Tubuh Penumpang di Stasiun Purwokerto Diperiksa

Regional
RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

RSUP M Djamil Padang Siap Tangani Pasien Pengidap Virus Corona

Regional
Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Kota Padang Kekurangan 40.000 Blangko E-KTP

Regional
Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Rumah Warga Terkena Longsor, Sungai Ini Dibelokkan Alirannya

Regional
Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Siswi Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong Sekolahnya, Kepsek: Pintar dan Ceria di Kelas

Regional
Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Ini Pengakuan Pria Paruh Baya yang Culik Siswi SD Selama 4 Tahun hingga Pulang dalam Keadaan Hamil

Regional
Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Viral Bakal Calon Bupati Kendal Marah-marah ke Satpol PP Saat Baliho Bergambar Dirinya Dicopot

Regional
5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

5 Mahasiswa Aceh dari China Tiba di Jakarta

Regional
10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

10 Mahasiswa Unesa Dikabarkan Akan Segera Dipulangkan ke Indonesia

Regional
Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Ini Cara Pemprov Jatim Raih Predikat A dari SAKIP 6 Kali Berturut-turut

Regional
Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Masih 1.123 Kampung di Papua dan Papua Barat Belum Berlistrik, Ini Strategi PLN

Regional
Warga Salatiga yang Pernah Kunjungi Wuhan Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit

Warga Salatiga yang Pernah Kunjungi Wuhan Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit

Regional
King Kobra Sepanjang 5 Meter Gigit Kening, Pawang Ular Tewas Dua Jam Usai Atraksi

King Kobra Sepanjang 5 Meter Gigit Kening, Pawang Ular Tewas Dua Jam Usai Atraksi

Regional
RSUP HAM Medan: 1 Pasien Suspek Virus Corona Dinyatakan Negatif

RSUP HAM Medan: 1 Pasien Suspek Virus Corona Dinyatakan Negatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X