Selain Korupsi, Oknum Kades Ini Beri Gaji Perangkat Desanya dengan Uang Palsu

Kompas.com - 26/01/2018, 22:33 WIB
Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto saat menggelar pers rilis kasus uang palsu di Mapolres CIlacap, Jumat (26/1/2018). KOMPAS.com/Dok Humas Polres CilacapKapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto saat menggelar pers rilis kasus uang palsu di Mapolres CIlacap, Jumat (26/1/2018).
|
EditorErwin Hutapea

CILACAP, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Cilacap membongkar kasus peredaran uang palsu. Salah satu pelakunya merupakan oknum kepala desa di Kecamatan Jeruklegi. Oknum kepala desa berinisial ML (39) itu bahkan membayar gaji para perangkat desanya menggunakan uang palsu.

Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto, Jumat (26/1/2018), mengatakan, ML sebelumnya menggelapkan uang dana desa sebesar Rp 525 juta untuk kepentingan pribadi.

Karena terbelit utang dan untuk menutup defisit keuangan desa yang digelapkan, ML memilih jalur pintas dengan bertransaksi uang palsu dengan seseorang bernama Empep, warga Tasikmalaya.

“Sistem transaksinya, pelaku membeli uang palsu dengan perbandingan satu uang asli ditukar dengan dua uang palsu pecahan senilai,” ujar Djoko.

Selain untuk membayar honor perangkat desa, ketua RT, dan RW, pelaku juga membelanjakan uang palsu tersebut. Pelaku memborong aneka mainan untuk anaknya dengan harapan mendapat kembalian uang asli.

“Kami langsung melakukan penyelidikan begitu mendapat informasi dari para saksi, dan dari tangan pelaku diamankan barang bukti sejumlah uang palsu pecahan Rp 100.000,” kata Djoko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tiga dari Lima Pengedar Uang Palsu Pernah Dipidana dalam Kasus yang Sama

Polisi terus mengembangkan kasus tersebut dan menemukan dua tersangka lain, yakni DS dan DM. Keduanya selama ini beroperasi mengedarkan uang palsu di wilayah Kecamatan Jeruklegi dan Majenang.

DS dan DM mengaku menggunakan uang palsu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka membelanjakan uang palsu di warung-warung kecil demi mendapatkan kembalian uang asli.

“Dengan terbongkarnya dua kasus ini, kami masih melakukan pengembangan untuk mencari celah terhadap sindikat yang lebih besar,” ucap Djoko.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Uang dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Khusus untuk oknum kepala desa, dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 2 atau Pasal 3 dan Pasal 8 jo Pasal 18 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pelaku diancam pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun terkait korupsi dana desa sejak Oktober 2017.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera dikomunikasikan ke bank terdekat untuk melakukan pengecekan dan melapor ke polisi jika memang terbukti mendapat uang palsu,” tutur Kapolres.

Kompas TV Bareskrim Polri mengungkap praktik pemalsuan uang dengan jumlah mencapai Rp 40 miliar.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.