Polres Nias Ungkap Penyelundupan 1,5 Ton BBM dan Tuak Lokal

Kompas.com - 24/01/2018, 15:56 WIB
Kasat Reskrim Polres Nias AKP Hendrik Temaluru (berpakaian putih) menyampaikan pengungkapan penyelundupan BBM jenis minyak tanah bersubsidi dan minuman keras lokal Nias kepada wartawan di Mapolres Nias, Rabu (24/1/2018). KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWAKasat Reskrim Polres Nias AKP Hendrik Temaluru (berpakaian putih) menyampaikan pengungkapan penyelundupan BBM jenis minyak tanah bersubsidi dan minuman keras lokal Nias kepada wartawan di Mapolres Nias, Rabu (24/1/2018).
|
EditorErwin Hutapea


GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, menggagalkan upaya penyelundupan 1,5 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah bersubsidi dan setengah ton minuman tuak suling lokal melalui jalur laut di Pelabuhan Angin Gunungsitoli.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Hendrik Temaluru, Rabu (24/1/2018) di Mapolres Nias, kepada sejumlah wartawan.

"Benar, ada penahanan dan penyitaan penyelundupan minyak tanah dan minuman lokal Nias, saat ini sedang dalam pemeriksaan,” ujar AKP Hendrik Temaluru di Mapolres Nias, Rabu.

Hendrik mengatakan, awalnya tim Opsnal mendapat informasi dan mencurigai satu mobil bak tertutup terpal sehingga dilakukan penggeledahan. Saat ditanyakan kepada sang sopir berinisial WG mengaku membawa kelapa dan minyak tanah.

Setelah itu tim juga menanyakan kelengkapan dokumen pengangkutan. Sopir itu tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut sehingga tim Opsnal pun langsung memboyong WG dan mobilnya ke Mapolres Nias untuk dimintai keterangan.

”Ternyata untuk mengelabui petugas, WG sengaja menutup bak mobil pikap merek Daihatsu dengan nomor polisi BK 9491 CY,” kata Hendrik.

Baca juga: Polda Jabar Ungkap 4,8 Ton BBM Pertalite Oplosan di Indramayu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Di balik terpal warna biru terdapat kumpulan buah kelapa dan di dalamnya disimpan BBM ilegal bersubsidi agar tidak terlihat dari luar. Hendrik menambahkan, setelah digeledah ternyata ada 27 jeriken berisi minyak tanah dan sembilan jeriken minuman keras lokal.

Menurut keterangan WG, minyak tanah tersebut hendak dijual ke daratan Sumatera dengan ongkos angkut per jerikennya sebesar Rp 50.000. Akibat perbuatannya, WG ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 55 dan atau Pasal 53 huruf b jo Pasal 23 ayat 2 huruf b, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X