Kompas.com - 22/01/2018, 22:52 WIB
Dua orang bocah tengah bermain dengan salah satu dari tiga ekor gajah yang tersisa setelah Rambo mati. Kompas.com/Fitri RachmawatiDua orang bocah tengah bermain dengan salah satu dari tiga ekor gajah yang tersisa setelah Rambo mati.
|
EditorErwin Hutapea

“Kotor air kolamnya, warnanya hijau dan berlumut. Air itu dipakai minum, mandi, dan kebutuhan gajah lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Bayu Azmi, warga Sesela, Lombok Barat, juga pernah berkunjung ke Taman Satwa untuk melihat gajah karena penasaran ingin tahu ukuran binatang yang dilindungi itu.

“Saya hanya lihat, tapi tidak berani naik ke punggung gajahnya,” ucap Bayu.

Dia juga tak tahu pasti jumlah gajah di Taman Satwa LEP itu karena kabarnya akan didatangkan lagi gajah-gajah lainnya tahun ini.

Mendengar seekor gajah mati bernama Rambo, Bayu terdiam. Meski dia tak berani menaiki gajah itu, kepergian Rambo membuatnya sedih dan kasihan pada satwa berbelalai panjang itu.

Menjaga populasi gajah

Adapun Ridho Hakim, Direktur World Wildlife Fun (WWF) NTB, menilai kematian Rambo harus menjadi perhatian agar tak terulang kembali, apalagi informasi terkait kematian Rambo tidak diketahui publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kehutanan No 2 Tahun 2006 Pasal 3 dan 7 yang berisi bahwa siapa pun bisa memelihara satwa liar yang dilindungi baik pemerintah ataupun swasta, termasuk LEP yang memelihara Rambo dan tiga gajah lainnya, yaitu Bayu, Melati dan Cindy.

“Hanya saja, yang perlu dilacak adalah izin keberadaan gajah itu, seperti Rambo, adalah gajah dari Waingapu-Lampung, dan izinnya diperuntukkan Kebun Binatang Surabaya, tapi kenapa bisa berada di KLU?” ujar Ridho.

Baca juga: 12 Gajah di Aceh Mati Sepanjang 2017

Terkait kematian Rambo, WWF tetap melihat bahwa Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah berusaha untuk menyembuhkan Rambo, bahkan sampai mengirim tim dokter hewan.

“Saya menginginkan agar pengelola Taman Satwa LEP tidak hanya mengeksploitasi gajah, terkesan hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi mereka juga harus memikirkan aspek konservasinya,” terang Ridho.

Pemerintah diharapkan harus melakukan investigasi menyeluruh dan mendetail atas kematian Rambo. Jika pengelola LEP dianggap tidak mumpuni memelihara gajah, WWF mendesak pemerintah agar segera mengambil sikap untuk mencabut izin pengelola dan mengembalikan gajah-gajah itu ke lembaga yang berwenang, sebelum dilepaskan ke habitatnya di hutan belantara.

Juru Bicara BKSDA NTB, Ivan Juhandara, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil nekropsi dari dokter hewan untuk memastikan penyebab kematian dari Rambo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.