Kompas.com - 22/01/2018, 20:20 WIB
Rambo akhirnya mati setelah berjuang dari penyakit cacingan yang dideritanya selama berbulan-bulan, di Taman Satwa Lombok Elephant Park. BKSDA NTB mencatat kematian Rambo terjadi 15 Januari lalu, namun baru merilisnya, Senin (22/1/2018). KOMPAS.com/FitriRambo akhirnya mati setelah berjuang dari penyakit cacingan yang dideritanya selama berbulan-bulan, di Taman Satwa Lombok Elephant Park. BKSDA NTB mencatat kematian Rambo terjadi 15 Januari lalu, namun baru merilisnya, Senin (22/1/2018).
|
EditorReni Susanti

LOMBOK UTARA, KOMPAS.com - Gajah Rambo telah pergi untuk selamanya. Gajah berusia lebih dari 50 tahun ini sebelum mati sangat lemah karena penyakit yang dideritanya. 

“Dia sempat berdiri dan mencoba berjalan, namun terjatuh lagi. Hingga akhirnya Rambo tak kuasa lagi, dan dia mati dalam kondisi sakit,” ujar Ivan Juhandara, Juru Bicara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/1/2018).

Ivan mengatakan, BKSDA NTB menerima laporan kematian Rambo dari pengelola Taman Satwa Lombok Elephant Oarks (LEP) Kabupaten Lombok Utara, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 15.00 Wita.

Hingga kini, BKSDA belum bisa menentukan penyebab kematian Rambo. Sebab selama berada di LEP, tidak dilakukan tes darah, yang bisa menjadi acuan. 

(Baca juga : Pengusutan Kasus Gajah Mati di Aceh Terkendala Hasil Laboratorium)

Meski demikian, pihaknya telah mengurus tim dari Dirjen BKSDA untuk meneliti penyebab kematian Rambo. Mereka adalah dokter hewan Talia Zalia dan Ercie Kandau, pemerhati satwa langka.

Ivan menjelaskan, setelah mati, Rambo tidak langsung dimakamkan. Mayat Rambo akan menjalani nekropsi, tiga jam setelah kematiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam nekropsi, tim dokter hewan mengambil beberapa potong organ vital, termasuk sample cacing yang menempel di usus besar Rambo. “Hasil nekropsi itu nanti akan dikirim ke Medical Satwa Laboratories di Bogor,” tutur Ivan.

Sementara itu, Direktur World Wild Life (WWF) NTB, Ridha Hakim mengatakan, kematian Rambo harus dicari tahu penyebabnya secara detail. Hal itu untuk memastikan apakah keberadaan Rambo selama di Taman Satwa LEP diperlakukan layak dan sesuai SOP. 

“Apalagi di sana bukan hanya ada Rambo, tapi ada tiga gajah lainnya yang harus dijaga Mereka adalah Gajah Bayu, Melati, dan cindy. Rambo dan Bayu berasal dari Waikambas, Provinsi Lampung, sementara Melati dan Cindy dari Malaysia,” kata Ridha.

(Baca juga : Diduga Tersetrum Jerat Kawat Listrik, Dua Ekor Gajah Mati )

Menurutnya, kematian Rambo disembunyikan, tidak terlacak. Hal itu akan membingungkan banyak pihak. “Semestinya mereka, pengelola LEP harus cepat melapor begitu ada masalah dengan gajah-gajah tersebut, ini kan informasinya tersembunyi, ada apa?” Kata Ridho.

WWF NTB akan melihat lebih jauh, kontrol dan monitoring Kementerian Kehutanan yang memberikan izin pemelihara gajah-gajah tersebut.

“Kita akan telusuri bagaimana izin kedatangan 4 ekor gajah itu bisa sampai di NTB, mengingat masing-masing gajah memiliki PIN atau identitas seperti warga negara. Karena gajah adalah milik negara meskipun dikelola pemeliharaannya oleh swasta," pungkasnya. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.