Diduga Tersetrum Jerat Kawat Listrik, Dua Ekor Gajah Mati

Kompas.com - 16/10/2017, 12:03 WIB
Warga mengamati dua gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang mati diduga akibat tersengat arus listrik di Kawasan perkebunan warga Desa Seumanah Jaya, Rantoe Perlak, Aceh Timur, Aceh, Minggu (15/10/2017). Menurut keterangan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo sejak dua tahun terakhir sebanyak 12 ekor gajah sumatera mati akibat tersengat arus listrik, diracun dan ditembak. ANTARA FOTO/Jabir/Syf/aww/17. ANTARA FOTO/JABIRWarga mengamati dua gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang mati diduga akibat tersengat arus listrik di Kawasan perkebunan warga Desa Seumanah Jaya, Rantoe Perlak, Aceh Timur, Aceh, Minggu (15/10/2017). Menurut keterangan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo sejak dua tahun terakhir sebanyak 12 ekor gajah sumatera mati akibat tersengat arus listrik, diracun dan ditembak. ANTARA FOTO/Jabir/Syf/aww/17.

IDI, KOMPAS.com -  Warga menemukan dua bangkai gajah di areal perkebunan sekitar 200 meter dari lokasi perumahaan di Dusun Sumedang Jaya, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu (15/10/2017) .  

Dugaan awal, penyebab tewasnya kedua gajah berjenis kelamin jantan dan betina itu, karena tersetrum jerat berupa kawat listrik yang memagari sekeliling kebun untuk menghindari gangguan hama.

“Kawat listrik ini dipasang untuk mengantisipasi hama babi. Bukan untuk membunuh gajah, dan petani tidak berniat mencelakai gajah,” ungkap Syafrizal Komeng, petani setempat.

Pada bangkai gajah jantan terlihat masih memiliki gading sepanjang 20 cm.

Baca juga: Ditemukan Terluka Parah, Gajah Betina Itu Akhirnya Mati

Dia menyebutkan, warga sebenarnya tidak bermaksud membunuh gajah, namun diakuinya gangguan gajah membuat resah petani/pekebun yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Konflik gajah dengan manusia di daerah ini telah belangsung lama. Hampir setiap bulan,l puluhan gajah masuk ke perkebunan warga di kawasan ini,” ucap dia.

Untuk itu dia berharap Pemkab Aceh Timur dan BKSDA Aceh lebih serius menanggulangi konflik gajah ini, dengan membangun pos pemantauan gajah di areal yang sering didatangi gajah.

“Petani tidak mau bermasalah hukum gara-gara gajah. Karena itu pemerintah kami minta segera bertindak mengatasinya. Jika pemerintah diam, maka konflik akan terus berlanjut,” katanya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan, timnya yang terdiri dari kepala BKSDA Resor Langsa, bersama anggota Polhut, dibantu LSM FKL, dan WCS, telah berada di lokasi penemuan gajah mati tersebut. “Sore ini (Minggu-red) kami akan membuat laporan ke polisi,” kata Sapto.

Namun sebelumnya, dia juga akan mengotopsi bangkai sepasang gajah itu untuk melengkapi laporan polisi. Pejabat BKSDA ini langsung terjun ke lokasi saat mengetahui ada gajah yang mati.

Sebelumnya, warga senditi sudah berkali-kali meminta BKSDA turun ke lokasi lebih awal saat gangguan gajah mulai meningkat.(Serambi Indonesia/c49)

Berita ini sudah tayang di Serambi Indonesia dengan judul  Sepasang Gajah Mati Diduga Tersetrum Jerat Kawat Listrik

Kompas TV Kelaparan, Gajah Ini Cegat Truk & Curi Kentang



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X