Dibentak Petugas PT PP, Jurnalis Banyumas Boikot Acara Menaker di Terowongan Rel Ganda

Kompas.com - 16/01/2018, 23:11 WIB
ilustrasi rel KA AFP PHOTOilustrasi rel KA
|
EditorFarid Assifa

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Puluhan wartawan media lokal dan nasional di Banyumas memboikot peliputan kunjungan Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri di Terowongan Notog, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2018) pagi.

Aksi pemboikotan itu terjadi lantaran para juru warta merasa kecewa setelah satu oknum petugas PT PP (Persero) Tbk sebagai rekanan pelaksana proyek terowongan mempersulit tugas peliputan.

Oknum petugas PT PP dianggap arogan dan justru melakukan kekerasan verbal berupa bentakan kepada wartawan saat ditanya perihal alat pelindung diri sebagai standard operational procedure (SOP) memasuki areal proyek.

Wartawan Media Indonesia, Liliek Dharmawan mengatakan, semula dia yang mengawali negosiasi dengan petugas Health, Safety, Environment (HSE) PT PP secara baik-baik. Alih-alih difasilitasi, sejumlah petugas berseragam merah itu menjawab dengan nada konfrontatif.

“Itu nanti kalau ada sisa (slot), karena mau buat rombongan tamu (Menaker),” kata Lilik menirukan jawaban salah satu petugas.

Fotografer LKBN Antara, Idhad Zakaria akhirnya berupaya untuk bernegosiasi dengan petugas PT PP agar wartawan yang berkepentingan mengambil gambar (fotografer dan televisi) tetap mendapat kuota masuk ke terowongan.

"Kalau 10 wartawan tidak boleh, lalu ada berapa orang yang boleh masuk?" ujar Idhad.

“Itu terserah Anda,” kata Idhad menirukan kata-kata petugas yang membentak itu. Idhad pun mengulangi pertanyaannya sampai lima kali sambil berharap ada solusi.

Baca juga : Ditabrak Pemuda Mabuk, Jurnalis TV di Garut Meninggal Dunia

Namun petugas itu justru kembali membentak, “Saya sudah biasa menghadapi wartawan seperti ini!”

Setelah insiden itu, puluhan wartawan yang datang karena undangan itu pun sepakat meninggalkan lokasi liputan sekitar pukul 09.45 WIB. Ada dua orang petugas berseragam merah yang mengejar wartawan sampai ke tempat parkir untuk memohon maaf, tetapi para wartawan tetap pergi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Jembatan Gantung Putus, Elisa yang Ditandu untuk Berobat Jatuh dan Meninggal Dunia

Tragedi Jembatan Gantung Putus, Elisa yang Ditandu untuk Berobat Jatuh dan Meninggal Dunia

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

Regional
Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Regional
Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Regional
Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Regional
Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Regional
'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X