Gus Ipul: Semua Biaya Terukur, Itu Bukan Mahar Politik

Kompas.com - 16/01/2018, 08:19 WIB

Menurut Gus Ipul, empat partai koalisi pendukungnya kompak dan saling melengkapi. Kompas.com/Achmad Faizal Menurut Gus Ipul, empat partai koalisi pendukungnya kompak dan saling melengkapi.
|
EditorReni Susanti

SURABAYA, KOMPAS.com — Bakal calon gubernur Jatim, Saifullah Yusuf ( Gus Ipul), mengatakan tidak pernah membahas mahar politik dengan partai pengusungnya. Dia mengaku lebih banyak membahas strategi pemenangan Pilkada Jatim 2018.

"Saya lebih banyak ngobrol soal pemenangan dengan partai pengusung," kata Gus Ipul, Senin (15/1/2018) malam.

Bahkan, dengan Partai Gerindra, Gus Ipul mengatakan hanya sekali bertemu pada hari terakhir pendaftaran. Sebab, pada hari itu juga, Partai Gerindra baru memberikan dukungannya kepada pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di Pilkada Jatim.

"Setelah itu hanya komunikasi via telepon untuk janjian bertemu konsolidasi, tetapi sampai saat ini belum terlaksana," ujar Gus Ipul.

(Baca juga: Polri: Kami Tak Bisa Paksa La Nyalla Laporkan soal Mahar Politik )

Jika sampai ada biaya yang dikeluarkan untuk partai pengusung, Gus Ipul menolak itu sebagai mahar politik kKarena peruntukannya jelas dan terukur, antara lain, untuk biaya atribut pemenangan dan biaya konsolidasi pemenangan.

"Semua biaya terukur, itu bukan mahar politik," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, keempat partai pengusung pasangan Gus Ipul-Puti, yakni PKB, PDI-P, Partai Gerindra, dan PKS, sejak awal berkomitmen mendukung berdasarkan kesamaan visi misi untuk membangun Jatim lebih baik.

Istilah mahar politik di Pilkada Jatim ramai setelah La Nyalla Matalitti mengaku dimintai sejumlah uang oleh Partai Gerindra dalam pencalonan di Pilkada Jatim.

La Nyalla memutuskan tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra. La Nyalla mencurahkan kekesalannya kepada Prabowo Subianto yang disebut meminta uang Rp 40 miliar. La Nyalla tak memenuhinya, Prabowo kemudian disebut marah dan membatalkan pencalonan La Nyalla. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Status Tanggap Darurat Bencana Merapi di Sleman Diperpanjang hingga Akhir Desember

Regional
Tanggapan Ridwan Kamil soal Sikap Terbuka Anies Baswedan Umumkan Positif Corona

Tanggapan Ridwan Kamil soal Sikap Terbuka Anies Baswedan Umumkan Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X