Mengembangkan Bisnis Pertanian Hidroponik di Bireun

Kompas.com - 31/12/2017, 10:42 WIB
Rozi Rantika (kaos cokelat) Pemuda asal Kab. Bireun, Aceh, tengah mengunjungi salah satu mitra usaha hidroponik (baju abu) bersama perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (baju garis) Rozi Rantika (kaos cokelat) Pemuda asal Kab. Bireun, Aceh, tengah mengunjungi salah satu mitra usaha hidroponik (baju abu) bersama perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (baju garis)
EditorTjahjo Sasongko

BIREUN, Kompas.com - Berawal dengan modal Rp 700ribu dan mengumpulkan styrofoam bekas, Rozi Rantika mengawali usaha pertanian hidroponik di Bireun, Aceh.  Setelah melewat luka-liku dan kesulitan, Rozi bersama rekan-rekanya kini sudah bisa memetik hasil karena bisa menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan berangkat dari usaha tersebut.

Rozi mengenal pertanian hidroponik saat ia mengikuti pelatihan dalam Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3 ) 2015 di Lembang, Bandung. Ia pun mencoba menerapkannya  saat penmepatan PSP3 di Aceh Tengah. Meski masyarakatnya mayoritas petani, ilmu yang ia terapkan tdak bisa berjalan karena kesulitan bahan baku dan di sana masih luas lahan pertanian konvensional.

Dari situ ia menyimpulkan bahwa pertanian hidroponik lebih cocok di daerah sekitar kota. Karena itu, setelah selesai program penugasan, Rozi menerapkannya di kampung di Dusun Badrussalam, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireun, yang lebih dekat dengan pusat kota.

Namun, usahanya tidak serta-merta mulus. Sebab, ketika panen tiba, ia kesulitan kemana mejualnya. Untuk memecah kebuntuan, Rozi memutuskan untuk menawarkan hasil pertanian hidroponiknya ke restauran-restauran, dan kedai-kedai, bersama pemuda-pemuda di desanya. Singkat cerita, ia mendapatkan pun kontrak menjadi suplier sayuran dengan perusahaan di Sumatera Utara yang memasok sayuran ke daerahnya. Dengan bendera CV Juang Hidroponik, Rozi dibantu ayahnya dan rekan-rekanya, mulai berkibar.

Saat ini ada dua resto dan 3 hotel yang juga menjadi mitranya.  “Awal mulanya semua dari sayur, ketika saya nawarin sayur, mereka minta untuk semuanya seperti beras, telur, bahan baku dapur. Untuk omset kita pegang dua resto, 3 hotel itu kisaran 200-an juta,” tutur Rozi.

“Kami hanya menanam enam kategori sayuran (Sawi, sawi caisim, sawi pakcoy, sawi samhong, selada grand rapids). Yang lain kita beli pada petani lain untuk suplier ke resto dan hotel,” tambahnya.

Selain bisnis dasar mengembangkan pertanian hidroponik, CV Juang Hidroponik kemudian juga melayani jasa instalasi hidroponik, pupuk dan bahan baku hidroponik. selain itu juga mengembangkan produksi-produksi pangan yang berbasis bahan laku lokal. Seperti cemilan khasnya bagaimana coba dipasarkan ke retail modern.

Berkat kesuksesannya, Juara Pemuda Pelopor dan Pemuda Wirausaha tingkat Provinsi Aceh 2016 dan Runner up Pemuda Pelopor Tingat Nasional 2016 bidang Pertanian dan Kelautan ini, juga sudah mulai menjadi motivator bagi mahasiswa, sekolah, organisasi untuk menjadi wirausaha dan memberikan pelatihan pertanian hidroponik.

“Ke depan saya maunya bikin lahan seluas-luasnya dan menjadi pemasuk sayuran-sayuran berkualitas premium untuk semua kalangan,” tuturnya saat ditemui Tim Pendampingan dan Monev dari Asdep Peningkatan IMTAK dan IPTEK Kemenpora, belum lama ini.

Kegiatan Monev Kemenpora merupakan  tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas IPTEK Pemuda oleh Kementerian Pemuda dan  Olahraga di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017 yang lalu. Karena Rozi merupakan satu dari 78 pemuda berasal dari dari 34 provinsi yang mengikuti pelatihan tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Regional
Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Regional
Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Regional
Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X