Kompas.com - 29/12/2017, 16:04 WIB
Petugas polisi melakukan penjagaan di ruang tahanan Polres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017). KOMPAS.com/Labib ZamaniPetugas polisi melakukan penjagaan di ruang tahanan Polres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017).
|
EditorReni Susanti

KLATEN, KOMPAS.com - Supardi (57) warga Dukuh Kadipolo, Dusun Keputran, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah ditemukan tewas menggantung di dalam tahan Polres Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono menjelaskan, jasad Supardi pertama kali ditemukan petugas piket jaga tahanan yang sedang melakukan pengecekan di ruang tahanan.

Saat pengecekan, ruang tahanan di sayap kanan berjumlah 26 orang dalam kondisi lengkap dan sehat. Sementara di sayap kiri hanya ada satu tahanan yakni Supardi. Namun saat pengecekan ia ditemukan dalam kondisi menggantung menggunakan kaus bekas. 

"Korban nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri karena malu melakukan pencurian spesialis rumah kosong. LP-nya ada di Polsek Kemalang TKP-nya sekitar 2 November 2017. Barang bukti yang hilang menurut LP itu emas perhiasan di dalam laci lemari," kata Juli Agung.

(Baca juga : Karena Tingginya Biaya Sekolah Anak, Seorang Pria Gantung Diri di Pohon )

Melihat korban gantung diri, piket jaga yang melakukan pengecekan melaporkan ke petugas SPKT Polres. Setelah itu dilanjutkan ke Kabagops, Kasatreskrim, dan Kapolres.

"Saya langsung meluncur ke ruang tahanan untuk persiapan olah TKP. Di dalam ruang tahanan saya didampingi dokter Puskesmas, Paur Dokkes Polres, Kasatreskrim beserta satu unit identifikasi, Kasat Intelijen, Kasi Propam, Kasat Sabhara, Kasat Lantas dan Kasubag Humas semua saya pimpin dalam olah TKP," ungkap dia.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan, korban tewas menggantung menggunakan kaus hitam bekas tahanan lama yang tertinggal di depan pintu tahanan terluar.

"Langkah berikutnya saya perhatikan identifikasi. Saya biarkan melakukan tindakan sesuai SOP bersama dokter. Setelah difoto selesai, korban diturunkan dari gantungan. Kita cek (korban) kaus yang digunakan dia modifikasi agak memanjang dibuat simpul hidup," ungkapnya.

(Baca juga : Sakit Tak Kunjung Sembuh, Buruh Tani di Grobogan Nekat Gantung Diri )

Setelah proses identifikasi dan visum yang dilakukan, Kapolres menyatakan, korban tewas murni karena bunuh diri.

"Kami sebagai petugas pelayanan masyarakat di bidang penegakan hukum meminta maaf yang sebesar-besarnya karena berita ini bagaimana pun tidak mengenakkan. Niat kami untuk penegakan hukum untuk pengembangan kasus selanjutnya karena diduga kasus pencurian spesiali rumah kosong tidak hanya satu," paparnya.

"Korban langsung kita serahkan ke pihak keluarga. Karena anak pertama korban tidak mau ada autopsi. Jadi kita serahkan kepada keluarga dan kita bantu proses pemakanannya," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X