Aparat Gabungan di Ambon Razia Ratusan Motor di Malam Natal

Kompas.com - 25/12/2017, 06:42 WIB
Aparat gabungan di Ambon menggelar razia di kawasan Mardika Ambon, Senin (25/12/2017) dinihari. Dalam razia itu petugas menjaring puluhan sepeda motor karena menggunakan knalpot racingKOMPAS.com/Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty Aparat gabungan di Ambon menggelar razia di kawasan Mardika Ambon, Senin (25/12/2017) dinihari. Dalam razia itu petugas menjaring puluhan sepeda motor karena menggunakan knalpot racing

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan sepeda motor terjaring dalam razia penertiban di malam Natal yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri di kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau Ambon, Senin dinihari (25/12/2017).

Ratusan sepeda motor berbagai jenis yang terjaring dalam razia itu umumnya karena menggunakan knalpot racing dan sebagian lagi tidak dilengkapi dokumen kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi razia, umumnya banyak sepeda motor yang terkena razia ini juga karena pengendaranya ugal-ugalan di jalan tanpa memakai helm.

Pengendara yang terjaring razia oleh petugas kemudian diminta mengeluarkan surat-surat kendaraan bermotor miliknya.

Baca juga : Kembang Api Warnai Langit Kota Ambon di Malam Natal

 

Selanjutnya petugas ikut memeriksa bagian fisik motor, jika sepeda motor yang diberhentikan memiliki kelengkapan dokumen dan tidak menggunakan knalpot racing langsung dipersilahkan pergi.

Adapun bagi sepeda motor yang diketahui mengunakan knalpot racing, polisi langsung memerintahkan pemiliknya untuk membuka sendiri knalpot racing itu dari sepeda motor mereka.

“Karena penggunaan knalpot racing ini sangat mengganggu kenyamanan warga, apalagi mereka ugal-ugalan di jalan,” kata Kasat Lantas Polres Pulau Ambon, AKP Bambang Surya Wiharga kepada waratwan.

Dia mengatakan razia tersebut sengaja digelar untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di malam Natal berlangsung dengan baik. Menurut dia penggunaan knalpot racing dan ugal-ugalan di jalan raya sangat meresahkan warga sehingga harus ditertibkan.

“Ini snagat meresahkan warga makanya kita tertibkan,” katanya.



Close Ads X