Ketika Pengrajin Kerupuk Merindukan Sinar Matahari...

Kompas.com - 15/12/2017, 15:09 WIB
Kompas TV Proses produksi kerupuk sangat membutuhkan cahaya matahari.
|
EditorReni Susanti

"Sehari kalau normal bisa produksi sampai satu kuintal. Tapi kalau musim seperti ini separuhnya sudah bagus," jelasnya.

Kerupuk produksi Wardati dan para pengrajin di Dusun Gading, selain dijual di pasaran lokal, juga terjual hingga kota-kota besar lainnya. Misalnya Jakarta dan Lampung. "Per kilonya sampai Jakarta harganya Rp 50.000," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tuntang Muhammad Nadlirin (39) mengungkapkan, di wilayahnya ada sekitar 100 perajin kerupuk. Mereka terkonsentrasi di dua dusun, yakni Dusun Gading dan Dusun Cikal.

Untuk desa Gading, kebanyakan adalah pengrajin kerupuk kedelai. Sedangkan di Dusun Cikal, produksi kerupuk rambak dan kerupuk karak.

"Satu pengrajin bisa menarik 2 hingga 10 tenaga kerja," kata Muhammad Nadlirin.

Nadlirin yang juga pengrajin kerupuk kedelai ini juga mengakui bahwa musim hujan membuat produksi kerupuk menurun. Proses produksi hingga pengepakan menjadi dua kali lebih lama lantaran lamanya proses pengeringan.

"Satu kuintal kerupuk, kalau ada matahari sampai packing butuh waktu 3 hari. Tapi kalau hujan begini dari adonan sampai jadi packing butuh enam hari," jelasnya.

Kendati produksi kerupuk pada musim penghujan ini menurun, namun dari segi penjualan justru meningkat. Hal ini lantaran para stok kerupuk di pasaran menipis, sedangkan permintaan konsumen tetap.

"Kalau kemarau produksinya banyak, tapi pemasarannya sulit. Kalau penghujan, kerupuknya tidak ada (menipis), tapi permintaan ramai," ucapnya.

Produksi kerupuk kedelai, sambung dia, tidak bisa dilakukan dengan jumlah besar dengan tujuan untuk stok di musim penghujan. Sebab potongan kedelai yang ada di dalam adonan tidak bisa bertahan lama.

Kerupuk kedelai paling lama dapat disimpan hingga satu bulan. "Jadi kami para pengrajin krupuk kedelai ini benar-benar merindukan sinar matahari," tuntasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X