Salah Tulis Ibu Kota Israel, Buku IPS Terpadu di Solo Ditarik dari Peredaran

Kompas.com - 13/12/2017, 21:23 WIB
|
EditorErwin Hutapea

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melarang semua SD negeri dan swasta di Solo, Jawa Tengah, menggunakan buku IPS terpadu jilid 6A dengan pengarang Budi Hartawan.

Larangan ini karena pada halaman 56 di buku pelajaran kelas VI terbitan Yudhistira itu terdapat penulisan ibu kota negara yang salah, yakni Israel beribu kota di Yerusalem. Padahal, selama ini ibu kota Israel adalah Tel Aviv.

"Saya sudah matur (bilang) ke Pak Wali Kota (FX Hadi Rudyatmo) dan sudah menandatangani surat (penghentian pemakaian). Pak Wali oke, maka Pemkot Surakarta melarang penggunaan buku tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Etty Retnowati kepada wartawan seusai audiensi bersama Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) di Solo, Rabu (13/12/2017).

Adapun SD yang sudah telanjur menggunakan buku pelajaran itu, lanjut Etty, untuk segera menarik dan menghentikannya. Peredaran buku pelajaran tersebut dilakukan langsung antara penerbit dan pihak sekolah tanpa melalui Dinas Pendidikan. Dengan demikian, pihaknya mengetahui secara langsung terkait dengan isi materi pelajaran buku itu.

"Tidak langsung ke dinas. Bisa saja sekolah beli langsung ke toko atau ditawari terlebih dahulu," ujar Etty.

Baca juga: Ada salah Tulis di Salah Satu Pasal dalam UU Pilkada

Sementara itu, Sekjen LUIS Yusuf Suparno meminta agar buku pelajaran itu segera ditarik dari peredaran. Menurut dia, ada unsur keteledoran pengarang buku yang mengakibatkan salah penulisan ibu kota Israel yang seharusnya Tel Aviv menjadi Yerusalem.

"Kami akan melakukan klasifikasi dengan pengarangnya, sebenarnya apa yang dimaui sampai seperti itu. Karena ini sudah sangat fatal. Dari sisi akidah ini salah, karena Yerusalem adalah kota suci," kata Yusuf.

Secara terpisah, staf marketing Yudhistira cabang Solo, Susilo Dwi, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pusat supaya buku tersebut dihentikan dari peredarannya. Sebab, terdapat kesalahan pada tabel nama-nama negara di dunia dan ibu kotanya.

"Kami minta pertimbangan dari Yudhistira pusat bahwa ke depannya buku yang jadi kontroversi itu akan distop untuk distribusinya atau ditarik dari peredarannya," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.