Ganjar: Ternyata Sepak Bola Api “Ndak” Panas - Kompas.com

Ganjar: Ternyata Sepak Bola Api “Ndak” Panas

Kompas.com - 25/11/2017, 20:19 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diwawancarai awak media, Senin (20/11/2017). Ganjar ingin produksi rempah di Jateng lebih dioptimalkan agar kepentingan pengobatan masyarakat dapat terpenuhi.Kompas.com/Andi Kaprabowo Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diwawancarai awak media, Senin (20/11/2017). Ganjar ingin produksi rempah di Jateng lebih dioptimalkan agar kepentingan pengobatan masyarakat dapat terpenuhi.

 

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Keseruan terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk ke lapangan futsal Pondok Pesantren Karang Santri Temanggung, Sabtu (25/11/2017). Bukan untuk melihat, Ganjar berani menjajal sepak bola api dalam turnamen sepak bola api Kapolres Cup 2017.

Tanpa ragu, Ganjar masuk ke lapangan didampingi Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwo. Ganjar seolah tidak sabar untuk mencoba olahraga asli Indonesia itu.

Namun, ia dihalang-halangi oleh pengurus pondok pesantren Karang Santri. "Harus didoakan dulu sama kiai, Pak Gub," kata salah satu pengurus pondok.

Ganjar kemudian mengikuti pengurus tersebut masuk ke sebuah ruangan. Di ruangan itu, Ganjar diberikan doa dan kakinya dioles menggunakan air khusus.

 "Harus ada doanya ya," canda Ganjar.

 Usai didoakan, Ganjar kemudian kembali masuk ke lapangan. Ia kemudian menginjak bola api yang terbuat dari kelapa.

 Api yang membara tidak membuat Ganjar kepanasan. Bahkan, ia dengan santai menggiring bola api itu menuju gawang.

 Sempat terjadi perebutan sengit antara Ganjar dengan Maesa. Keduanya beradu skill untuk menggiring bola api tersebut layaknya pemain bola profesional.

 "Awalnya tidak masuk akal saya, tapi setelah didoakan pak kiai tadi, saya berani menendang bola api itu. Ternyata doanya ampuh, kaki rasanya tidak panas, cuma anget saja," kata Ganjar.

 

Unik dan bisa dikemas jadi wisata

 Menurut Ganjar, sepak bola api merupakan budaya warisan leluhur. Tidak ada di negara lain yang memiliki tradisi ini.

 "Tentu ini juga bisa dikembangkan menjadi agenda wisata. Ini menarik, kalau ini dikelola dengan baik, akan banyak turis asing yang ingin menjajal sepak bola api ini," tuturnya.

 Sementara itu, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, dilaksanakannya turnamen sepak bola api ini sebagai salah satu acara untuk memeriahkan HUT ke-183 Kabupaten Temanggung.

 "Selain itu juga sebagai cara untuk merawat dan melestarikan tradisi bangsa yang unik serta memiliki nilai tinggi," ucapnya.

 Maesa menambahkan, ajang itu diikuti oleh sejumlah tim dari berbagai kalangan. Termasuk, santri pondok pesantren, Banser NU, dan juga kepolisian.

 "Ada piala dan uang pembinaan yang kami berikan dalam ajang ini. Semoga ini akan bisa dilakukan rutin dan seperti kata Pak Gubernur, bisa jadi daya tarik wisata," pungkasnya.(KONTRIBUTOR JAWA TENGAH/ANDI KAPRABOWO).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorJosephus Primus

Terkini Lainnya

Jamal Khashoggi Ditelepon Putra Mahkota Saudi Sebelum Dibunuh

Jamal Khashoggi Ditelepon Putra Mahkota Saudi Sebelum Dibunuh

Internasional
Turki Yakin Pengawal MBS Bawa Potongan Tubuh Khashoggi ke Riyadh

Turki Yakin Pengawal MBS Bawa Potongan Tubuh Khashoggi ke Riyadh

Internasional
Hari Santri, Wiranto Minta Santri Lawan Sebaran Ujaran Kebencian dan Hoaks

Hari Santri, Wiranto Minta Santri Lawan Sebaran Ujaran Kebencian dan Hoaks

Nasional
Ada Ubur-ubur di Pantai Ancol, Ini 4 Fakta agar Pengunjung Tak Perlu Khawatir

Ada Ubur-ubur di Pantai Ancol, Ini 4 Fakta agar Pengunjung Tak Perlu Khawatir

Megapolitan
Hari Ini dalam Sejarah: Lompatan Pertama dengan Parasut Dilakukan

Hari Ini dalam Sejarah: Lompatan Pertama dengan Parasut Dilakukan

Internasional
KPK Kembali Panggil Sjamsul Nursalim dan Istri Terkait Kasus BLBI

KPK Kembali Panggil Sjamsul Nursalim dan Istri Terkait Kasus BLBI

Nasional
Fakta di Balik Kerusuhan Buton, 7 Pelaku Ditangkap hingga 8 Kendaraan Polisi Dibakar

Fakta di Balik Kerusuhan Buton, 7 Pelaku Ditangkap hingga 8 Kendaraan Polisi Dibakar

Regional
Ma'ruf Amin Harap Santri Tingkatkan Kompetensi

Ma'ruf Amin Harap Santri Tingkatkan Kompetensi

Nasional
Ratna Sarumpaet Kembali Jalani Pemeriksaan Hari Ini

Ratna Sarumpaet Kembali Jalani Pemeriksaan Hari Ini

Megapolitan
8 Tahun Hidup Bersama, Singa Betina di Kebun Binatang Bunuh Pasangannya

8 Tahun Hidup Bersama, Singa Betina di Kebun Binatang Bunuh Pasangannya

Internasional
Polisi Periksa Karyawan Ratna Sarumpaet sebagai Saksi Kasus Penyebaran Hoaks

Polisi Periksa Karyawan Ratna Sarumpaet sebagai Saksi Kasus Penyebaran Hoaks

Megapolitan
Dana Hibah DKI ke Kota Mitra Hanya Bantuan, Bukan Kewajiban

Dana Hibah DKI ke Kota Mitra Hanya Bantuan, Bukan Kewajiban

Megapolitan
Erdogan Janji Bakal Segera Ungkap Pembunuh Jamal Khashoggi

Erdogan Janji Bakal Segera Ungkap Pembunuh Jamal Khashoggi

Internasional
Ribuan Santri dan Ulama Padati Peringatan Hari Santri di Tasikmalaya

Ribuan Santri dan Ulama Padati Peringatan Hari Santri di Tasikmalaya

Regional
Fenomena Tanah Retak di Kampung Pedurenan Depok Bikin Warga Khawatir

Fenomena Tanah Retak di Kampung Pedurenan Depok Bikin Warga Khawatir

Megapolitan