Ikut Mencerdaskan Bangsa, Layanan SIM Polres Garut Sediakan Pojok Baca

Kompas.com - 20/11/2017, 15:43 WIB
Sejumlah pemohon SIM di Polres Garut, memanfaatkan pojok baca disela menunggu pembuatan SIM, Senin (20/11/2017) Kompas.com/Ari Maulana karangSejumlah pemohon SIM di Polres Garut, memanfaatkan pojok baca disela menunggu pembuatan SIM, Senin (20/11/2017)
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Demi memberi layanan prima terhadap para pemohon Surat Izin Memgemudi (SIM) di lingkungan Polres Garut, jajaran Satlantas Polres Garut membangun pojok baca di ruang tunggu pembuatan SIM.

Di tempat ini, para pemohon SIM bisa membaca-baca buku di pojok baca sambil menunggu proses pembuatan SIM selesai.

Baur SIM Satlantas Polres Garut, Aiptu Tata Setiawan mengungkapkan, sedikitnya ada 1.000 buku disediakan di pojok baca. Buku tersebut didapat dari sumbangan anggota Satlantas Polres Garut yang masing-masing menyumbang lima buah buku.

"Selain dari anggota Satlantas dan anggota Polres Garut lainnya, ada juga sumbangan dari berbagai pihak, sekarang sudah ada 1.000 buku lebih," katanya saat ditemui Kompas.com, Senin (20/11/2017).


Menurut Tata, program pojok baca ini sudah diluncurkan satu tahun lalu. Jumlah buku pun terus bertambah. Koleksi bukunya dari mulai buku umum sampai buku-buku pendidikan berlalu lintas agar para pemohon SIM bisa belajar tentang aturan berlalu lintas.

"Ini jadi salah satu bentuk layanan prima dalam layanan penerbitan SIM, selain itu, ini juga sesuai dengan program Polri ikut mencerdaskan anak bangsa," jelasnya.

Baca juga : Pertama di Indonesia, Perpustakaan di Atas Kereta

Susi (37), warga Kecamatan Tarogong yang menjadi pemohon SIM mengaku senang dengan adanya fasilitas pojok baca di tempat pembuatan SIM. Ia bisa membaca-baca buku sambil menunggu pengambilan foto untuk kartu SIM dan pengambilan SIM yang sudah jadi.

"Bisa jadi tempat istirahat juga habis praktik uji SIM, tempatnya enak kan," katanya.

Pojok baca yang dibangun di ruang pelayanan SIM Polres Garut berada di sudut ruangan pelayanan SIM. Dua rak besar tempat buku-buku tersebut dipasang memanjang di sudut tersebut. Setiap rak dibuat bagian pemisah, disesuaikan dengan tema buku bacaan yang disediakan. Adapun tema-temannya antara lain kesehatan, hiburan, keamanan dan keselamatan hingga agama.

Baca juga : Perjuangan Dedek Kampanye Literasi, Bikin Perpustakaan di Garasi hingga Dikucilkan Pemerintah

Kompas TV Seorang petani membuka perpustakaan, yang bebas diakses siapa saja, tanpa perlu bayar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X