Selain Merampas Harta, Kelompok Kriminal di Papua Juga Perkosa Korban

Kompas.com - 18/11/2017, 18:20 WIB
Petugas medis memeriksa warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata setibanya di Timika, Papua, Jumat (17/11/2017). Warga non Papua dan belasan warga Papua yang ada di kampung Kimbeli, Utikini dan Banti berhasil dievakuasi oleh Satgas Terpadu pada Jumat pagi dan langsung dievakuasi ke Timika menggunakan 10 unit bus milik Freeport dengan pengawalan ketat aparat kemanan TNI dan Polri. ANTARA FOTO/JEREMIAS RAHADATPetugas medis memeriksa warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata setibanya di Timika, Papua, Jumat (17/11/2017). Warga non Papua dan belasan warga Papua yang ada di kampung Kimbeli, Utikini dan Banti berhasil dievakuasi oleh Satgas Terpadu pada Jumat pagi dan langsung dievakuasi ke Timika menggunakan 10 unit bus milik Freeport dengan pengawalan ketat aparat kemanan TNI dan Polri.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAYAPURA, KOMPAS.com –  Selain merampas uang dan harta milik warga yang disandera, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Freeport juga menganiaya korban. Pelaku diduga mendapatkan harta senilai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan bahwa KKB mengambil uang sebanyak Rp 107,5 juta dari 15 orang. Mereka juga merampas 254,4 gram emas milik 7 korban.

"Data ini kami peroleh dari mereka yang mendapat perlakuan kasar oleh kelompok KKB yang sebelumnya mengisolasi mereka di Kampung Banti dan Kimberly," kata Kamal di Jayapura, Sabtu (18/11/2019).

(Baca juga : Kapolda Papua: Evakuasi Warga Sempat Dapat Perlawanan dari KKB)

Selain itu, ada 19 orang yang dianiaya bahkan ditodong dengan senjata api. "Sekitar kurang lebih ada 200 telepon seluler yang mereka rampas," katanya.

Ia mengatakan, jumlah sandera yang dievakuasi dari area Longsoran sebanyak 194 orang. Jumlah itu terdiri dari 153 orang pria dewasa, 31 wanita dewasa, dan 10 anak.

Di Kampung Kimberly, warga yang diselamatkan sebanyak 150 orang, yakni 104 pria, 32 wanita, dan 14 anak.

"Kami mendapat laporan dari daerah Longsoran, ada lima orang menjadi korban pelecehan seksual dan satu di antaranya berinisial EK diperkosa. Sedangkan di Kampung Kimberly ada tujuh orang yang mengalami pelecehan seksual," kata dia.

Warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata tiba di Timika, Papua, Jumat (17/11/2017). Warga non Papua dan belasan warga Papua yang ada di kampung Kimbeli, Utikini dan Banti berhasil dievakuasi oleh Satgas Terpadu pada Jumat pagi dan langsung dievakuasi ke Timika menggunakan 10 unit bus milik Freeport dengan pengawalan ketat aparat kemanan TNI dan Polri.ANTARA FOTO/JEREMIAS RAHADAT Warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata tiba di Timika, Papua, Jumat (17/11/2017). Warga non Papua dan belasan warga Papua yang ada di kampung Kimbeli, Utikini dan Banti berhasil dievakuasi oleh Satgas Terpadu pada Jumat pagi dan langsung dievakuasi ke Timika menggunakan 10 unit bus milik Freeport dengan pengawalan ketat aparat kemanan TNI dan Polri.
Kamal menegaskan, selama ini upaya penindakan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri setelah berbagai tahapan tindakan yang bersifat persuasif telah dikedepankan termasuk penyebaran maklumat Kapolda Papua.

"KKB tidak menghiraukan maklumat tersebut bahkan masih melakukan penembakan kepada anggota pengamana PT Freeport Indonesia dan karyawan bahkan kondisi masyarakat yang terisolasi sudah banyak yang sakit dan kekurangan bahan makanan," katanya.

Dalam melakukan penindakan, aparat keamanan memprioritaskan upaya pembebasan warga yang selama ini dalam kondisi yang terisolasi dan terkekang

Evakuasi itu berlangsung baik dan seluruh warga dapat dikeluarkan dari area Kimberly dan Banti dalam kondisi selamat tanpa cedera.

Kamal menyatakan, upaya penanggulangan terhadap eksistensi kelompok KKB yang telah dilakukan masih perlu dilanjutkan hingga kelompok ini dapat dilumpuhkan.

"Keberadaan mereka di sekitar wilayah Tembagapura merupakan ancaman nyata yang sewaktu-waktu akan terus melakukan penyerangan dan penembakan terhadap aparat keamanan dan karyawan di lingkungan perusahaan PT Freeport Indonesia," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Kepala Dinsos Yogyakarta Meninggal karena Corona, Sempat Buat Dapur Umum untuk Warga Terdampak Covid-19

Cerita Kepala Dinsos Yogyakarta Meninggal karena Corona, Sempat Buat Dapur Umum untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Rumah Mahfud MD Didemo, Polisi: Hanya 5 Menit, Tidak Ada Kerusakan

Rumah Mahfud MD Didemo, Polisi: Hanya 5 Menit, Tidak Ada Kerusakan

Regional
Tak Terima dengan Putusan KPU, Rumah Calon Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Faktanya

Tak Terima dengan Putusan KPU, Rumah Calon Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Faktanya

Regional
Jalani Tes Covid-19 Menjelang Pilkada, 2 Anggota Polres Jember Terkonfirmasi Positif

Jalani Tes Covid-19 Menjelang Pilkada, 2 Anggota Polres Jember Terkonfirmasi Positif

Regional
Guru Honorer SMP Gelapkan dan Jual 17 Laptop Bantuan Milik Sekolah

Guru Honorer SMP Gelapkan dan Jual 17 Laptop Bantuan Milik Sekolah

Regional
Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Ruang ICU Covid-19 di Yogyakarta Tersisa 2 Tempat Tidur, Shelter 15

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Desember 2020

Regional
7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

7 Warga Kupang Tersambar Petir, 3 Tewas, 4 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Video Viral Anak Pukuli Ibu karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Regional
Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Gubernur DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Ganjar: Saya Doakan Lekas Sembuh

Regional
6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

6.416 Surat Suara Rusak, KPU Lamongan Minta Percetakan Ganti

Regional
Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Rumah Wakil Bupati Boven Digoel Dibakar Massa, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Rumah Calon Bupati Dibakar Massa, Polda Papua Kirim 2 Peleton Brimob ke Boven Digoel

Regional
Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Chikungunya Merebak di Purbalingga, 116 Warga Terjangkit

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X