Pengendara Tewas Ditampar Polisi saat Operasi Zebra, Mahasiswa Unjuk Rasa hingga Ricuh

Kompas.com - 14/11/2017, 20:53 WIB
Mahasiswa dan polisi di Makassar terlibat kercihan, Selasa (14/11/2017). Kompas.com/ Hendra CiptoMahasiswa dan polisi di Makassar terlibat kercihan, Selasa (14/11/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seratusan mahasiswa berunjuk rasa memprotes peristiwa tewasnya warga Kabupaten Bulukumba akibat dipukul saat operasi zebra di depan Markas Direktorat Lalulintas Polda Sulsel di Makassar, Selasa (14/11/2017) sore.

Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba berakhir ricuh hingga terjadi adu fisik dengan aparat kepolisian.

Awalnya mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong dan tarik menarik di depan markas Direktorat Lalulintas Polda Sulsel hingga keluar Jalan AP Pettarani yang merupakan jalan trans Sulsel.

Kericuhan makin memuncak ketika Kepala Polsekta Panakukang Kompol Ananda Harahap terkena pukulan pendemo di bagian perutnya. Ananda pun naik pitam dan berupaya menangkap pelaku namun dihadang mahasiswa lainnya.


Akhirnya, seorang mahasiswa yang diduga pelaku pemukulan kapolsekta Panakukang bisa diamankan ke dalam markas Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel. Kericuhan pun bisa diredam ketika polisi dan mahasiswa saling menahan diri.

"Saya coba rangkul mahasiswa saat mau aksinya melebar ke jalanan. Eh, malah perutku dipukul. Saya akan proses itu orang yang pukul saya," kata Ananda di depan mahasiswa dengan nada emosi.

Baca juga : Pulang dari Unjuk Rasa di Istana, Rombongan Perangkat Desa Alami Kecelakaan di Banyumas

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Agus Wijayanto lalu menemui mahasiswa dan menerima aspirasi mereka.

Agus menjelaskan bahwa anggota lalu lintas yang memukul saat operasi zebra sedang diproses oleh Propam Polres Bulukumba.

"Itu oknum polisi yang memukul warga saat operasi zebra sedang diproses hukum. Saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya warga Bulukumba dan itu suatu kecelakaan. Proses hukum tidak seperti membalikkan bakwan, karena ada tahapannya," jelasnya.

Setelah mendapat penjelasan dari Direktur Lalulintas Polda Sulsel itu, situasi memanas menjadi harmonis. Mahasiswa dan polisi terlihat saling berjabat tangan.

Sementara seorang mahasiswa yang sempat diamankan dilepas kembali setelah mendapat nasihat dari kapolsekta Panakukang.

Aksi demonstrasi mahasiswa ini dilatarbelakangi tewasnya seorang warga Kabupaten Bulukumba, Zainal Abidin akibat dipukul saat operasi zebra pada 4 Oktober 2017 kemarin.

Saat itu, Zainal Abidin membonceng motor  rekannya di daerah Tabbuttu, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba.

Melihat operasi zebra, motor yang ditumpangi Zainal Abidin berupaya menghindar dan ingin memutar arah. Salah seorang anggota Polres Bulukumba pun mengayunkan handy talky mengenai kepala bagian belakang Zainal Abidin.

Zainal pun sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hanya saja, korban dirujuk ke Makassar dan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Islam Faisal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X