Jenderal Negara Islam Indonesia Divonis 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 13/11/2017, 15:38 WIB
Wawan (menggunakan rompi tahanan) saat menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Garut, Senin (13/11/2017) dengan Ketua Majelis Hakim Endratno Radjamai. Kompas.com/ Ari Maulana KarangWawan (menggunakan rompi tahanan) saat menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Garut, Senin (13/11/2017) dengan Ketua Majelis Hakim Endratno Radjamai.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Wawan Setiawan (52), warga Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, yang mengaku sebagai jenderal berbintang empat dari Negara Islam Indonesia (NII) divonis hukuman 10 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (13/11/2017).

Juru bicara Pengadilan Negeri Garut, Endratno Radjamai mengungkapkan, Wawan terbukti melakukan perbuatan makar dan penodaan terhadap agama. Dia dijerat Pasal 107 KUHP. Vonis ini sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurut Radjamai, Wawan telah terbukti merongrong pemerintahan meski dalam skala kecil. Hukuman yang diberikan pun telah mempertimbangkan efek jera, mengingat sebelumnya Wawan juga telah tersangkut masalah hukum dalam kasus yang sama sebanyak dua kali.

"Ini ketiga kalinya, kasusnya juga sama, makanya hukuman yang diberikan telah sesuai," katanya kepada wartawan.

Sidang pembacaan vonis terhadap Wawan sendiri tidak berlangsung lama. Para pengikut Wawan pun yang biasanya hadir di persidangan kali ini tidak tampak.

Baca juga : Polisi Periksa 8 Pengikut Jenderal NII di Garut

Sebelumnya, pada 17 Maret 2017, Wawan mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintah Desa Tegalgede sekaligus izin untuk bisa melaksanakan shalat Jumat menghadap ke timur. Surat tersebut diantarkan langsung oleh Wawan ke kantor desa.

Kepala Desa Pakenjeng Kartika Ernawati pun melaporkan surat tersebut kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pakenjeng. Lalu pada tanggal 21 Maret, Wawan diundang musyawarah oleh MUI serta Forum Komunikasi Kecamatan Pakenjeng.

Dalam musyawarah tersebut, Wawan mengakui semua perbuatannya. Ia juga mengaku bersama 10 orang pengikutnya melakukan shalat lima waktu pun menghadap ke timur.

Kompas TV Kepolisian menemukan lambang ISIS pada tubuh kedua pelaku penyerangan dan pembakaran Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat.

Pada Bulan April 2017, Wawan diamankan aparat kepolisian dan diproses secara hukum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Ba'a NTT Dimakamkan

Regional
Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Kesaksian Warga yang Lihat Kakek Tarmin Diserang Puluhan Tawon hingga Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Januari 2021

Regional
Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Pembunuh Teman Kencan Sesama Jenis di Grobogan Jual Diri di Media Sosial dan Pernah Menikah

Regional
Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Tak Mau Bantu Pekerjaan Rumah, Calon Pengantin Tewas Mengenaskan Dibacok Kerabatnya

Regional
Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Digelar di Masa PPKM, Dua Hajatan di Kota Solo Dihentikan Satpol PP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X