Curhat Buwas soal Buku Pelajaran BNN yang Tak Laku di Indonesia tetapi Dipakai Negara Lain

Kompas.com - 03/11/2017, 12:23 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas saat menjadi pembicara dalam acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017) KOMPAS.com / Andi HartikKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas saat menjadi pembicara dalam acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN) Komjen Budi Waseso bercerita soal buku yang dibuat oleh lembaganya tetapi tak kunjung diterapkan untuk siswa sekolah.

Mantan Kabareskrim Polri yang akrab disapa Buwas itu menuturkan, ketika itu, dia baru saja ditunjuk Presiden RI Joko Widodo untuk memimpin lembaga yang fokus pada penanganan narkotika itu.

Lalu dia berinisiatif untuk membuat buku tentang pencegahan bahaya narkoba untuk siswa. Tujuannya, buku itu bisa masuk ke dalam kurikulum sekolah dan dapat diajarkan di setiap sekolah.

Sebab menurut dia, salah satu cara untuk melakukan pencegahan terhadap kasus narkoba yakni dengan memberikan pemahaman sejak dini. Apalagi, Indonesia sedang dalam darurat narkoba.

"Harus melalui edukasi, pemahaman. Apa sih narkotika, seperti apa bentuknya, bagaimana dampaknya. Pendidikan dasar TK sudah harus mengenal narkotika," katanya saat menjadi pembicara dalam acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017).

Untuk merealisasikan niatnya itu, Buwas pertama-tama mendatangi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang waktu itu dijabat oleh Anies Baswedan.

Namun, keinginan Buwas tidak bersambut. Tiga bulan kemudian, dia mendatangi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang dijabat oleh Puan Maharani.

Hasilnya sama, keinginan Buwas untuk memasukkan buku tentang pencegahan bahaya narkoba itu ke kurikulum sekolah masih jauh dari harapan.

"Tiga bulan tidak jalan (di Kemendikbud), saya menghadap Menteri PMK, tidak jalan," kataya.

Berikutnya dia langsung mendatangi Presiden Joko Widodo untuk memaparkan buku yang dibuat oleh lembaganya itu. Namun, pada akhirnya hasilnya sama. Pemerintah menganggap pelajaran tentang bahaya narkoba di sekolah belum dibutuhkan.

"Saya bawa bukunya, saya paparkan kepada Presiden langsung, tidak jalan," katanya.

(Baca juga: Buwas: Indonesia Darurat Narkoba Sejak 1971 Sampai Sekarang)

Dia pun menyadari bahwa upayanya memasukkan buku tersebut ke kurikulum sekolah akan sulit terwujud. Sebab, tidak ada respons positif dari pemerintah terkait buku-buku itu.

"Keinginan saya ini (buku tentang bahaya narkoba) masuk dalam kurikulum di sekolah. Tapi memang perjuangan saya pada akhirnya tidak ada hasilnya," tuturnya.

Meski demikian, idenya membuat buku untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah didengar oleh negara luar. Bahkan, ada sejumlah negara yang mengadopsi upaya Buwas itu, antara lain Myanmar dan Thailand.

"Dia (negara luar) melihat, dia membaca, diadopsi karena dia butuh. Tapi kita tidak," katanya.

Buwas menyebutkan, bangsa Indonesia terlalu apatis terhadap kasus narkoba dan menganggap pelajaran pencegahan narkoba itu tidak penting. Padahal, Indonesia sedang dalam status darurat narkoba. Karenanya, pemahaman tentang bahaya narkoba kepada siswa sangat dibutuhkan sebagai langkah pencegahan.

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Tim Gugus Tugas Covid-19 Awasi Ratusan TKI yang Pulang Kampung ke Sulsel

Regional
Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Kuncinya Jaga Imunitas dan Patuh Aturan

Regional
Perantau Asal Sumbar Diimbau Tak Mudik saat Pandemi Corona

Perantau Asal Sumbar Diimbau Tak Mudik saat Pandemi Corona

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Laut Banda

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Wilayah Laut Banda

Regional
Bertambah 6, Jumlah Pasien Positif Corona di Kaltim Jadi 17 Orang

Bertambah 6, Jumlah Pasien Positif Corona di Kaltim Jadi 17 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X