Golkar Dukung Ridwan Kamil, Harga Diri Dedi Mulyadi Dipertaruhkan

Kompas.com - 28/10/2017, 08:00 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat sesi foto di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIBupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat sesi foto di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Dedi Mulyadi digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BANDUNG, KOMPAS.com - Partai Golkar secara lisan telah menetapkan dukungannya kepada calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pengamat Politik Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai, situasi itu akan menjadi pertaruhan harga diri bagi Ketua DPD Golkar, Dedi Mulyadi yang semula menjadi sosok utama dalam bursa Cawagub di Pilkada Jabar di Partai Golkar.

"Saya bahasanya agak ekstrim, ini soal harga diri Dedi Mulyadi dipertaruhkan sebagai seorang ketua DPD," ujar Asep kepada Kompas.com, Jumat (27/10/2017) malam.

Asep mengaku heran dengan dinamika yang terjadi di internal Partai berlambang pohon beringin itu. Manuver yang dilakukan petinggi Partai Golkar sangat berisiko menghadirkan benturan di akar rumput. Apalagi Dedi punya peran besar dalam membangun partai di daerah.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba Golkar seperti itu karena bagaimanapun juga aspirasi daerah mesti diberi pertimbangan. Apakah Dedi dengan demikian hanya dianggap sebagai figur yang tidak punya makna dalam Pilkada Jabar?" ucap Asep.

"Padahal di Pilkada Jabar itu sesungguhnya sangat kuat peran dari DPD. Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuh Golkar Ketika dikesampingkan begitu saja. Karena bagaimanapun juga seorang ketua DPD sangat memiliki posisi penting karena mesin politik daerah itu dikomandoi oleh ketua DPD," tambahnya.

Asep curiga, rencana menduetkan Ridwan Kamil dengan Daniel Mutaqien sudah dirancang oleh petinggi partai.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan Daniel Mutaqqien (kanan)KOMPAS.com/Dendy Ramdhani, dprri.go.id Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan Daniel Mutaqqien (kanan)

Munculnya surat keputusan (SK) bodong beberapa waktu lalu jadi pertanda. Sebab, kata Asep, hingga kini petinggi partai Golkar tidak pernah mengklarifikasi secara jelas soal terbitnya SK di mana Golkar ingin menduetkan Ridwan Kamil dengan Daniel Mutaqien.

"Saya curiga dulu waktu ada surat bodong itu jangan-jangan itu memang konsep yang disiapkan untuk sesuatu yang benar. Gelagat itu tidak pernah diklarifikasi, tidak pernah ada sebuah upaya untuk mengoreksi. Penjelasan itu penting kalau tidak ya Dedi jadi orang yang sangat tersisihkan," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembakaran Lahan di Kalimantan Tengah

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembakaran Lahan di Kalimantan Tengah

Regional
Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Regional
Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X