Demi Sebungkus Rokok, Buruh Bangunan Ini Nekat Edarkan Obat Terlarang

Kompas.com - 20/10/2017, 16:32 WIB
|
EditorReni Susanti

DEMAK, KOMPAS.com - Muhammad Nur Rofik (22) hanya bisa menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

Buruh bangunan warga Desa Dombo RT 02 RW 03, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng itu diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Demak, karena tersangkut kasus narkoba.

Pria yang baru saja menduda tersebut kedapatan mengedarkan obat-obatan terlarang yang masuk daftar G. Dia ditangkap saat mengedarkan obat di sebuah tempat penyewaan games playstasion di Desa Menur, Kecamatan Mranggen, Demak, Kamis (19/10/2017).

Dari tangannya, polisi mengamankan 1.820 butir pil. Terdiri dari 1.010 pil ximer dan 810 pil dextro.  Pil penenang itu sudah dikemas dalam paket hemat siap edar. Satu paketnya berisi 10 butir dan dijual seharga Rp 18.000.

(Baca juga: Pengedar Obat Terlarang Mengaku Dikendalikan Napi dari Dalam Lapas)

Kepada polisi, tersangka Rofik mengaku, menjual obat penenang karena pekerjaannya di proyek saat ini sepi garapan.

"Sehari hanya bisa jual 3 bungkus saja. Tidak ada bayarannya, hanya dapat sebungkus rokok, terkadang juga dapat makan saja," ujar Rofik, seusai gelar perkara narkoba di Mapolres Demak, Jumat (20/10/2017) siang.

Selain hanya upah rokok dan makan, tersangka nekat menjual pil maksiat itu karena dipaksa S yang saat ini masih diburu polisi. "Saya tidak berani menolak S, takut mas. Dia suka main tangan," ujarnya.

Wakapolres Demak, Kompol Ipnu Bagus Santoso mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir, Polres Demak, Jawa Tengah, berhasil mengungkap dua tersangka narkoba.

Pertengahan September lalu, pihaknya meringkus seorang ibu rumah tangga yang kedapatan mengedarkan pil eximer. Bulan ini kembali menangkap tersangka narkoba yang bekerja sebagai buruh bangunan.

(Baca juga: Gerebek Kamar Kos di Ungaran, Polisi Sita 15.000 Butir Obat Terlarang)

Kedua tersangka ditangkap di wilayah Mranggen, Demak, yang merupakan daerah darurat narkoba. "Jaringan mereka itu rapi, jadi susah mengungkapnya. Tapi kami pantang menyerah, sehingga bisa mengungkapnya," tutupnya.

"Tersangka pengedar obat terlarang ini, kami jerat dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara," tandasnya.

Wilayah Kecamatan Mranggen, Demak, rentan menjadi sarang peredaran obat-obatan terlarang. Karena lokasinya berada di wilayah perbatasan Kota Semarang, sehingga sering dijadikan tempat transit para pelaku kejahatan narkoba.

"Pemakaian pil ini harus dengan resep dokter. Karena itu masyarakat harus waspada dan tidak sembarangan mengkonsumsi obat yang tidak ada resepnya dan seizin dokter," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.