Kompas.com - 17/10/2017, 06:41 WIB
Mbah Sri tinggal sebatangkara di rumah mungilnya di RT 1/ RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiMbah Sri tinggal sebatangkara di rumah mungilnya di RT 1/ RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

MADIUN, KOMPAS.com - Dalam beberapa hari terakhir, dunia maya dihebohkan dengan kehidupan seorang nenek sebatangkara yang hidup di rumah 2 x 4 meter di RT 1/ RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Bukan tanpa alasan rumah milik Sri Mulyatni (70) ini menjadi perbincangan warganet. Selain berukuran mungil, akses jalan menuju rumah Mbah Sri super sempit.

Lokasi rumahnya dalam postingan di Facebook, nenek itu berada di antara gang sempit, diapit rumah tetangganya. Tragisnya lagi, disebutkan hanya ada satu gang sempit menyerupai lorong berukuran lebar sekitar 30 cm. Padahal kenyataannya ada dua akses jalan menuju rumah mungil Mbah Sri.

Pantauan Kompas.com, selain lorong sempit terdapat jalan utama dengan lebar satu meteran.

Meski tinggal di rumahnya yang mungil, Mbah Sri betah. Sudah 20 tahunan lebih dirinya hidup sebatangkara di rumah peninggalan orang tuanya itu.

Baca juga: Viral Bunga Matahari Bermekaran di Bantul, Peminat Selfie Berdatangan

Mbah Sri mengaku enggan pindah dari rumahnya meski ditawari tinggal di panti jompo. "Mboten, kulo teng mriki mawon. Matur suwun. (Saya tinggal di sini saja. Terima kasih)," kata Mbah Sri saat ditemui di kediamannya, Senin ( 16/10/2017).

Awalnya, rumah Mbah Sri tak sekecil saat ini. Saat tinggal bersama orang tua dan adiknya, rumahnya luas. Namun setelah bapaknya meninggal, ibunya menjual rumah.

Mbah Sri yang tak ikut pindah bersama ibu kandungnya, Sastro Diwiryo ke Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah diberi bagian bangunan kecil bekas dapur. Mbah Sri lalu menjadikannya sebagai tempat tinggal.

Rumah mungil itu dijadikannya sebagai tempat tidur, mandi dan memasak. Di dalam rumah terdapat satu tempat tidur, satu lemari pakaian, satu meja dan sebuah tembok setinggi meter yang menjadi pembatas dengan WC.

Sementara itu atap rumahnya terbuat dari kerangka bambu sudah tampak rapuh. Praktis saat hujan tiba, air masuk lewat celah-celah atap yang bocor. "Kalau hujan deras bocor di mana-mana," kata Mbah Sri.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X