Kompas.com - 16/10/2017, 05:27 WIB
|
EditorErlangga Djumena

PEKANBARU KOMPAS.com -  Kepolisian menangkap Tio Winarto (20), pelaku pembunuhan Tiamah wanita lansia (lanjut usia) yang ditemukan tewas dan jasadnya dikubur dalam kamar di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Tio sendiri merupakan cucu nenek berusia 70 tahun itu.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto Polisi Minggu (15/10/2017) memaparkan kronologis pembunuhan terjadi pada terjadi pada 5 Oktober 2017 itu.

Dia menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat korban sedang melakukan shalat duha. Pada saat sedang melaksanakan ibadah itulah, Tio datang dari arah belakang sambil membawa sepotong kayu yang ukuran cukup besar.

Dengan sekuat tenaga, diapun menghantam ke arah pundak dan kepala nenek yang selama ini memberinya nafkah. Wanita lansia ini langsung jatuh dan kepalanya mengeluarkan darah segar. Tanpa belas kasihan, diapun menyeret tubuh korban yang sudah tidak berdaya ke kamar.

Baca juga: Bunuh dan Kubur Neneknya Dalam Kamar, Tio Ditangkap Polisi di Batam

Di kamar itulah, dia menggali kuburan neneknya dengan menggunakan cangkul. Setelah menggali diapun memasukan neneknya ke dalam liang. Saat dikubur antara kondisi hidup dan mati, Tiamah masih mengenakan mukena. "Dia mengubur nenek dalam kamar untuk menghilangkan jejak," ucap Susanto .

Dia mengatakan, alasan Tio membunuh nenek kandungnya itu karena sakit hati selalu dinasihati untuk mencari pekerjaan oleh korban. Pemuda berusia 20 tahun ini sudah tinggal bersama korban selama satu tahun. Tio mengaku tinggal bersama neneknya karena marah tidak dipinjamkan motor orangtuanya.

"Dia sakit hati dimarahi. Korban juga selalu menasihati agar mau mencari kerja. Namun pelaku malah marah. Usai membunuh, pelaku membawa lari perhiasan. Perhiasan itu dijual oleh teman wanitanya berinisial V. Setelah itu mereka kabur ke Batam. Pada 13 Oktober 2017, kita berhasil menangkap di Batam," kata dia.

Uang hasil menjual perhiasan mereka pergunakan untuk beli narkoba. "Kedua tersangka ini memang pecandu narkoba aktif," ujarnya.

Jasad Tiamah sendiri ditemukan pada 8 Oktober 2017 atau tiga hari pascapembunuhan. Saat makam dibongkar, jasad korban sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Baca: Hilang Pekan Lalu, Nenek 70 Tahun Ditemukan Terkubur di Bawah Springbed di Kamarnya

Kompas TV Polres Cirebon gelar rekonstruksi pembunuhan anggota keluarga yang menewaskan istri dan ibu kandung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.