Presiden Jokowi: Kejahatan Selalu Berkembang Lebih Canggih

Kompas.com - 09/10/2017, 13:23 WIB
Presiden Jokowi Widodo usai membuka kegiatan Apel Kepala Satuan Wilayah (Apel Kasatwil) Polri tahun 2017. Apel akan berlangsung selama 9-11 Oktober 2017 yang bertempat di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Presiden Jokowi Widodo usai membuka kegiatan Apel Kepala Satuan Wilayah (Apel Kasatwil) Polri tahun 2017. Apel akan berlangsung selama 9-11 Oktober 2017 yang bertempat di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan aparat hukum agar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengungkap berbagai kejahatan. Dunia yang terus berkembang membuat kejahatan berkembang lebih cepat.

“Pasti, kejahatan akan berubah lebih canggih lagi, cyber crime pasti lebih banyak dari kegiatan-kegiatan biasa, seperti inilah yang harus kita antisipasi,” kata Jokowi di sela memberi pengarahan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Presiden mengatakan, aparat hukum harus mampu menangkap fenomena yang terjadi ke depan. Presiden tak ingin kejahatan yang terjadi dapat merusak stabilitas politik, hingga stabilitas keamanan dalam negeri.

“Stabilitas politik keamanan itu akan berpengaruh kepada yang namanya pertumbuhan ekonomi,” ujar mantan gubernur DKI Jakarta ini.

“Yang namanya investasi, yang namanya perluasan dunia usaha, semuanya, ini akan kait mengkait kalau kita tidak memiliki pandangan ke arah itu, bisa sekali kita kejebak hanya rutinitas-rutinitasnya,” tambah presiden.

Baca juga: Diduga Lokasi "Cyber Crime", Rumah Berisi Puluhan Perempuan WNA Digerebek

Jokowi menegaskan bahwa stabilitas politik ataupun stabilitas keamanan diperlukan oleh negara untuk mengembangkan sektor usaha. Kalangan dunia usaha pasti memerlukan stabilitas keamanan.

“Karena apapun yang nanya stabilitas politik itu diperlukan oleh negara. Dunia usaha, dunia swasta, negara itu memberikan stabilitas politik,” paparnya.

Dalam sambutannya, Jokowi juga meminta kapolda ataupun kapolres agar menyiapkan perubahan-perubahan di dunia itu. Pihak kepolisian juga diharapkan dapat mengantisipasi adanya perubahan lanskap ekonomi, politik global hingga interaksi sosial yang berubah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menambahkan, apel Kasatwil merupakan acara rutin Polri. Kepolisian sebelumnya telah menggelar rapat di tingkat pimpinan nasional dengan peserta pejabat tinggi kepolisian.

“Sudah dibuka tadi. Arahan khusus dari Bapak Presiden tadi penanganan konflik sosial, ditekan agar sebisa mungkin terjadi stabilitas politik dan keamanan,” kata Tito.

Baca juga: 26 Korban Kejahatan Seksual di Sukabumi Didominasi Anak Perempuan

Usai memberi pengarahan Kasatwil se-Indonesia, Presiden dijadwalkan membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Presiden juga membagikan sertifikat hak atas tanah kepada 7.000 warga di Lapangan Simpang Lima Semarang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X