Kisah Jono dan Joni, Dua Anjing Pemandu Pendaki di Gunung Agung

Kompas.com - 09/10/2017, 08:42 WIB
Mangku Badra sedang memberikan air minum kepada Jono pada 20 September 2017 lalu Koleksi pribadi Mangku BadraMangku Badra sedang memberikan air minum kepada Jono pada 20 September 2017 lalu
|
EditorFarid Assifa

KARANGASEM, KOMPAS.com - Nama dua anjing, Jono dan Joni, sangat akrab di kalangan pendaki yang pernah menuju puncak Gunung Agung.

Kedua anjing tersebut tinggal di dekat Pura Tirta Giri Kusuma yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Pura Besakih. Kedua hewan ini dikenal sebagai anjing pemandu para pendaki gunung.

Wayan Mangku Badra, warga Dusun Pala Desa Besakih yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata Gunung Agung kepada Kompas.com, Jumat(6/10/2017) bercerita, terakhir bertemu Joni adalah saat turun dari Gunung Agung pada tanggal 20 September 2017 lalu, dua hari sebelum status Gunung Agung naik menjadi awas.

"Saat itu saya ngasih minum Joni. Ini fotonya sempat difoto oleh salah seorang teman. Joni ini anjing betina saat bertemu terakhir dia seperti habis melahirkan. Tapi saya nggak ketemu sama anak-anaknya dan juga Jono, pasangannya. Kalau Jono warnanya dominan hitam," jelas Mangku Badra.

Lelaki yang mendaki Gunung Agung pertama kali pada tahun 1973 ini menceritakan, Jono dan Joni adalah milik seorang pemuda yang akrab dipanggil Upih. Saat Jono dan Joni masih anak-anak, Upih sering mengajak kedua anjingnya itu bermain di dekat Pura Giri, jalur yang dilewati para pendaki. Hingga kemudian Upih ditemukan tewas bunuh diri di dekat area tersebut.

"Kejadian itu sekitar 2 tahun yang lalu. Saya kenal Upih karena kita tinggal berdekatan. Tidak tahu alasan apa dia bunuh diri. Sejak saat itu Joni dan Joni tidak mau turun dari sekitar Pura Giri," jelasnya.

Baca juga: Ayu, Anjing Setia yang Menanti Tuannya Pulang dari Pengungsian

Menurut Mangku Badra, banyak pendaki yang melewati jalur pendakian memberi makan dan minum kepada Jono dan Joni, sehingga mereka berdua menjadi jinak. Mereka juga selalu ikut rombongan pendaki hingga ke puncak Gunung Agung.

"Mereka lari naik lebih dulu. Jika rombongan tidak terlihat, mereka akan menunggu tapi jika terlalu lama Jono dan Joni akan kembali mencari rombongan pendaki. Mereka jadi legenda di antara para pendaki yang pernah ke Gunung Agung," ungkapnya.

Setelah status Gunung Agung naik menjadi awas, Mangku Badra mengaku tidak tahu bagaimana nasib Jono dan Joni. Dia sempat naik kembali pada tanggal 22 September untuk mengajak Jono dan Joni turun, tetapi kedua anjing tersebut menolak dan balik arah menuju Pura Giri.

"Mereka sudah biasa bertahan di gunung dengan makan umbi-umbian dan setia menjaga tempat ditemukannya Upih yang meninggal bunuh diri. Mereka tidak mau diveakuasi. Kadang saya juga kepikiran dengan mereka di atas sana," jelasnya.

Memang banyak rumor bahwa Joni dan Jono sudah dievakuasi, namun Mangku Badra sendiri tidak begitu langsung percaya karena belum bertemu langsung dengan kedua anjing setelah tanggal 22 September 2017.

"Saya kenal baik kedua anjing itu sejak kecil karena sering naik ke atas dan bertemu dengan Joni dan Joni yang selalu ikut dengan rombongan pendaki sampai ke puncak Agung. Mereka tidak pernah turun gunung. Semoga Sang Hyang Widi melindung mereka," harapnya.

Baca juga: Kisah Anjing Selamatkan Anak Kucing yang Terbuang di Jalan

Sejak status Gunung Agung ditetapkan awas, Mangku Badra memilih tidak mendaki dan mengikuti aturan yang direkomendasikan PVMBG. Dia tinggal di pengungsian, namun beberapa kali mengantar para relawan yang membantu warga yang tinggal di pengungsian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X