Kompas.com - 28/09/2017, 16:46 WIB
Menpan RB Asman Abnur (tengah) saat meninjau lokasi tes CPNS Kemenkumham di Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (11/9/2017). KOMPAS.com/Robinson GamarMenpan RB Asman Abnur (tengah) saat meninjau lokasi tes CPNS Kemenkumham di Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (11/9/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur terang-terangan mengungkapkan kondisi aparatur sipil negara (ASN) pada saat ini.

Satu di antaranya adalah persoalan tentang ketidaksesuaian jabatan dengan bidang pendidikan dan kompetensi.

"Saya pernah datang ke suatu daerah, kepala dinas kesehatan latar belakang pendidikannya itu bukan dari kesehatan, dari guru misalnya itu kan tidak nyambung," kata Asman saat menghadiri peluncuran buku bertajuk "Meretas Jalan Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Reformasi Birkokrasi (RB)" di Hotel Melia Purosani,  Kamis (28/9/2017).

Meski begitu, Asman mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah jabatan yang diisi pegawai yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan dan kompetensinya tersebut. Menurut dia, untuk bisa memastikannya harus diperlukan penelitian yang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam.

"Memang belum survei, tapi masih banyak terjadi," kata Asman.

(Baca juga: Menpan RB: Jangan Percaya Orang yang Mengaku Bisa Bantu Lolos Tes CPNS)

Dia menyebutkan, adanya ketidaksesuaian jabatan dengan bidang pendidikan dan kompetensi itu dipicu janji kepala daerah terhadap tim suksesnya.

Asman mengatakan, banyak tim sukses kepala daerah terpilih diangkat menjadi kepala dinas meski pendidikan dan kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan yang diberikan.

"Ke depan ini tidak boleh lagi terjadi, yang berhak mengisi jabatan publik itu orang yang terbaik di negeri ini. Kompetensi tidak sesuai jangan dipaksakan mengisi jabatan. kami akan awasi pengisian jabatan tinggi ini," tutur Asman.

Terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil di daerah, Asman menyatakan pihaknya segera membukanya dalam waktu dekat ini. Pihaknya kini masih melakukan analisis kebutuhan pasti pegawai di daerah sebelum membuka penerimaan CPNS. Itu mengapa sejauh ini penerimaan CPNS masih di tingkat kementerian.

"Kalau sudah dapat angka itu (kebutuhan pegawai) baru kami buka," kata Asman.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X