Terus Bertambah, Jumlah Pengungsi Gunung Agung Capai 75.673 Jiwa

Kompas.com - 26/09/2017, 15:59 WIB
Pengungsi Gunung Agung berada di atas kendaraan menuju tempat penampungan setelah terjadinya gempa susulan akibat aktivitas gunung tersebut di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (23/9). Sejak Jumat (22/9) malam status Gunung Agung dinaikkan dari siaga ke awas menyebabkan ribuan warga kembali mengungsi dan sempat menyebabkan kepanikan. ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaPengungsi Gunung Agung berada di atas kendaraan menuju tempat penampungan setelah terjadinya gempa susulan akibat aktivitas gunung tersebut di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (23/9). Sejak Jumat (22/9) malam status Gunung Agung dinaikkan dari siaga ke awas menyebabkan ribuan warga kembali mengungsi dan sempat menyebabkan kepanikan.
|
EditorReni Susanti

KARANGASEM, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah pengungsi Gunung Agung di Bali terus bertambah.

Sutopo menjelaskan, hingga Selasa (26/9/2017) pukul 12.00 Wita, jumlah pengungsi yang tercatat di Pusdalops BPBD Bali mencapai 75.673 jiwa. Pengungsi ini tersebar di 377 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota di Bali.

"Diperkirakan data jumlah pengungsi masih bertambah karena pendataan masih terus dilakukan," ujar Sutopo.

Berdasarkan sebaran pengungsi di kabupaten/kota, sebanyak 756 pengungsi berada di 9 titik pengungsian di Kabupaten Badung. Lalu Kabupaten Bangli 29 titik (4.890 jiwa), Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa), dan Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa).

(Baca juga: Aktivitas Gunung Agung Meningkat, 57 Ribu Jiwa Mengungsi)

Kemudian di Kabupaten Gianyar 12 titik (540 jiwa), Jembrana 4 titik (82 jiwa), Kabupaten Karangasem 93 titik (37.812 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 17 titik (1.080 jiwa).

Jumlah pengungsi ini, sambung Sutopo, lebih besar dibanding penduduk yang tinggal dalam radius berbahaya. PVMBG merekomendasikan warga yang tinggal dalam radius 9 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung harus mengungsi.

Selain itu, warga yang tinggal 12 kilometer di sektor utara-timur laut  dan 12 kilometer di sektor tenggara-selatan-barat daya juga harus mengungsi.

"Memang sulit menentukan jumlah penduduk secara pasti. Sebab data penduduk menggunakan basis administrasi desa. Sedangkan data radius menggunakan batas daerah berbahaya oleh letusan Gunung Agung," tutur Sutopo.

(Baca juga: Gunung Agung Status Awas, AirNav Bentuk Crisis Center)

 

Sutopo mengatakan, wilayah desa terpotong oleh garis radius berbahaya. Karenanya tidak mudah memastikan jumlah penduduk. Akhirnya disepakati menggunakan pendekatan. Dari pendekatan itu, jumlah penduduk yang harus dievakuasi diperkirakan mencapai 62.000 orang.

"Batas radius berbahaya itu mudah terlihat di peta. Di lapangan tidak nampak. Di lapangan masyarakat tidak tahu mereka tinggal di dalam radius berapa. Inilah yang menyebabkan masyarakat yang tinggal di luar garis radius berbahaya pun ikut mengungsi," tambahnya.

Apalagi saat status Gunung Agung dinaikkan menjadi Awas (Level IV). Ribuan masyarakat mengungsi pada malam hari sehingga masyarakat yang tinggal di desa di luar radius berbahaya pun ikut mengungsi.

Ini adalah hal yang wajar saat bencana. Saat letusan Gunung Merapi tahun 2010, pengungsi mencapai lebih dari 500.000 jiwa ketika radius berbahaya dinaikkan dari 15 kilometer menjadi 20 kilometer. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X