Massa Kader Golkar di Jabar Unjuk Rasa Tolak Dukung Ridwan Kamil

Kompas.com - 26/09/2017, 14:45 WIB
Ratusan orang kader Partai Golkar Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ‎Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.Ratusan orang kader Partai Golkar Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ‎Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Ratusan orang kader Partai Golkar Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Dalam aksi tersebut, para kader mengecam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menerbitkan surat dukungan untuk Ridwan Kamil untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018, meski belakangan surat tersebut telah dinyatakan bodong.

Dari pantauan Kompas.com di lokasi aksi, para kader membawa poster-poster yang di antaranya bertuliskan "Save Partai Golkar", "Golkar Jabar Tidak untuk Direntalkan Apalagi Dijual" dan "Partai Golkar Milik Kader Golkar".

Selain itu, mereka menyerukan agar para pimpinan DPP Partai Golkar membatalkan dukungan untuk Ridwan Kamil dan menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat untuk maju dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018.

"Jika Pak Dedi Mulyadi tidak ditetapkan sebagai calon Gubernur dari Partai Golkar, kita akan ke Jakarta," kata salah satu kader yang melakukan orasi di atas kendaraan.

Ditemui di sela aksi, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara mengatakan, para kader Partai Golkar yang melakukan aksi demonstrasi hari ini datang atas dasar inisiatif sendiri.

"Hari ini ada pernyataan sikap dari para kader di seluruh Jawa Barat baik dari DPD kabupaten kota dan DPD Provinsi Jawa Barat. Aksi ini atas permintaan teman-teman daerah, bukan kami (pengurus DPD Golkar Jawa Barat) yang menundang. Kita akan dengarkan apa yang akan disampaikan," ujar Iswara.

Baca juga: Golkar Laporkan Surat Dukungan Palsu untuk Ridwan Kamil Ke Polda Jabar

Selain itu, Iswara mengimbau agar para kader Partai Golkar di seluruh Jawa Barat tidak bertindak anarkistis dan melakukan reaksi berlebih dalam menyuarakan pendapat. 

"Kami mengimbau para kader untuk tidak bereaksi terlalu berlebihan dan kita berharap agar para kader mempercayai DPP Partai Golkar karena DPP tidak akan gegabah dalam memutuskan calon gubernur dengan 46 juta penduduk, 33 juta pemilih," ungkapnya.

Iswara mengakui bahwa aksi unjuk rasa hari ini bukan pertama kali. Dengan cara-cara berbeda, beberapa DPD Partai Golkar di level kabupaten kota juga melakukan aksi serupa.

"Reaksi dari  teman-teman di daerah beragam. Ada yang memasang bendera setengah tiang, ada yang pasang spanduk save Golkar, ada juga yang mengembalikan KTA," tandasnya.

Baca juga: Sekjen Golkar Bantah Surat Pencalonan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien

Kompas TV Beredar Surat DPP Golkar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X