Seknas Perlindungan Anak Tak Setuju Film G30S/PKI Diputar Secara Terbuka

Kompas.com - 19/09/2017, 08:40 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Wacana pemutaran kembali film semidokumenter "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" di layar-layar kaca televisi nasional menuai pro dan kontra.

Salah satu pihak yang tidak setuju adanya pemutaran film G30S PKI tersebut adalah Ketua Sekretariat Nasional Perlindungan Anak (Seknas PA) Samsul Ridwan.

Samsul mengatakan, film dokumenter tersebut merupakan bagian dari karya seni serta sejarah bangsa meskipun ada sebagian pihak yang masih meragukan fakta sejarah dalam film besutan sutradara Arifin C Noer tersebut.

Namun Samsul mengajak semua pihak untuk berpikir apakah dengan pemutaran film tersebut secara terbuka akan memberikan edukasi kepada anak anak atau bahkan sebaliknya. Ia mengungkapkan berbagai alasan agar film tersebut tidak diputar secara terbuka di televisi.

"Mengingat pertama, film tersebut mengisahkan pengkhianatan sekaligus respons militer terhadap peristiwa. Kedua film ini memuat unsur kekerasan, kekejaman dan tindakan keji, yang tentu akan berdampak negatif pada anak anak," kata Samsul ditemui di Semarang, Selasa (19/9/2017) pagi.

Baca juga: Panglima TNI Nilai Pemutaran Film G30S/PKI Penting untuk Generasi Muda

Menurut Samsul, sumber pengetahuan tentang peristiwa G30S PKI banyak ditemukan melalui media lainnya, tidak hanya film versi pemerintah orde baru tersebut. Dengan berbagai alasan tersebut, pihaknya mengimbau agar media mempertimbangkan lebih cermat dan kepada pemerintah seharusnya juga tidak reaktif menanggapi polemik ini.

"Sebaiknya tidak diputar, karena dalam film ini ada adegan pembunuhan, pembantaian, penculikan dan sebagainya yang akan berpengaruh pada psikologi anak. Dikhawatirkan film ini bisa menimbulkan dendam dan mengimitasi atas adegan kekerasan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan tidak keberatan dengan rencana pemutaran kembali film Gerakan 30 September (G30S) yang diinisiasi TNI Angkatan Darat. Film itu rencananya diputar serentak pada peringatan hari jadi TNI 5 Oktober 2017 mendatang.

Baca juga: Anggota Wantimpres Minta Pemutaran Film dan Seminar Terkait PKI Tak Dilakukan

Menurut Tjahjo, tujuan pemutaran film G30S tersebut agar masyarakat dapat mengingat kembali sejarah Gerakan 30 September. Pemutaran film itu juga sangat baik untuk mengenalkan sejarah gerakan tersebut kepada generasi muda Indonesia. Ia bahkan tak mempermasalahkan jika film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" diputar di layar-layar kaca televisi nasional.

"Putar saja di stasiun televisi. Menurut saya, tidak masalah," kata politisi senior PDI Perjuangan tersebut.

Kompas TV YLHBI juga menyebutkan satu nama koordinator aksi yang dinilai menyebarkan hoaks lewat media sosial.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.