Buya Syafii: Acara di YLBHI Oke-oke Saja...

Kompas.com - 18/09/2017, 22:37 WIB
Buya Syafii Maarif saat menerima rombongan dari Humas Mabes Polri KOMPAS.com / Wijaya KusumaBuya Syafii Maarif saat menerima rombongan dari Humas Mabes Polri
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) Minggu (17/09/2017) malam di kepung oleh ratusan orang. Mereka menuding acara diskusi di tempat ini sebagai agenda Partai Komunis Indonesia ( PKI) sehingga harus dibubarkan.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif mengatakan, acara yang digelar di Kantor YLBHI tidak ada yang patut dipermasalahkan dan dikhawatirkan. "Menurut saya (acara di YLBHI) oke-oke saja," ujar Buya Syafii Maarif, Senin (18/9/2017).

Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menyebutkan, dirinya tidak melihat adanya ancaman komunisme tersebut. "Mungkin ya, ada sisa-sisa masa lampu ideologi itu. Tetapi untuk di khawatirkan mengancam negara, saya kok tidak melihat ancaman itu," ucapnya.

Buya Syafii justru menilai massa yang mengepung Kantor YLBHI mungkin bisa berasal dari kelompok-kelompok radikal.  "Itu siapa massa itu? Massa itu mungkin kelompok-kelompok radikal juga bisa, mereka merangkap sebagai polisi swasta. Itu yang menurut saya juga patut harus di antisipasi oleh aparat Kepolisian," katanya.

Baca juga: Soal Pengepungan YLBHI, Jokowi Minta Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Kaltim Klaim Siap Terapkan New Normal

Wagub Kaltim Klaim Siap Terapkan New Normal

Regional
4 Guru Honorer Tewas Tenggelam Saat Perahu yang Ditumpangi Terbalik, Ini Kronologinya

4 Guru Honorer Tewas Tenggelam Saat Perahu yang Ditumpangi Terbalik, Ini Kronologinya

Regional
Fakta Maling Tak Sadar Masuk Ruang Isolasi Corona, Terekam CCTV hingga Curi 2 Ponsel

Fakta Maling Tak Sadar Masuk Ruang Isolasi Corona, Terekam CCTV hingga Curi 2 Ponsel

Regional
Perahu Terbalik saat Hendak Ziarah, 4 Guru Honorer di Ogan Ilir Tewas Tenggelam

Perahu Terbalik saat Hendak Ziarah, 4 Guru Honorer di Ogan Ilir Tewas Tenggelam

Regional
Terseret Banjir Masuk Gorong-gorong, Bocah 10 Tahun Tewas

Terseret Banjir Masuk Gorong-gorong, Bocah 10 Tahun Tewas

Regional
Kabar Baik, Dua Hari Jumlah Pasien Positif Covid-19 di DIY Tak Bertambah, Ini Penjelasannya

Kabar Baik, Dua Hari Jumlah Pasien Positif Covid-19 di DIY Tak Bertambah, Ini Penjelasannya

Regional
Main Air saat Banjir, Seorang Remaja Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Main Air saat Banjir, Seorang Remaja Terpeleset dan Tenggelam di Parit

Regional
'Saya Memilih Berhadapan dengan Virus Ini, daripada Masyarakat Mati Kelaparan'

"Saya Memilih Berhadapan dengan Virus Ini, daripada Masyarakat Mati Kelaparan"

Regional
Klaster Covid-19 di Bondowoso Diubah Jadi Kampung Tangguh

Klaster Covid-19 di Bondowoso Diubah Jadi Kampung Tangguh

Regional
3.750 Rumah hingga Kantor Kecamatan di Cilacap Terendam Banjir Rob

3.750 Rumah hingga Kantor Kecamatan di Cilacap Terendam Banjir Rob

Regional
Kapolres Jadi Korban Akun Facebook Palsu, Pelaku Peras Ratusan Ribu hingga Jutaan

Kapolres Jadi Korban Akun Facebook Palsu, Pelaku Peras Ratusan Ribu hingga Jutaan

Regional
Cerita Maling Tak Sadar Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19 di Ruang Isolasi...

Cerita Maling Tak Sadar Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19 di Ruang Isolasi...

Regional
Pemda di NTT Siapkan Tempat Karantina Bagi 5.000 TKI yang Pulang

Pemda di NTT Siapkan Tempat Karantina Bagi 5.000 TKI yang Pulang

Regional
109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

Regional
Selama Dua Hari Tak Ada Penambahan Pasien Positif Corona di DIY

Selama Dua Hari Tak Ada Penambahan Pasien Positif Corona di DIY

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X