Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/09/2017, 15:57 WIB
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pemerintah DIY mencanangkan pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, sebagai salah satu lokasi pembuatan garam. Sejak dicetuskan 12 Agustus lalu, sampai saat ini budidaya belum optimal, karena terkendala belum adanya bantuan dari pemerintah.

Ketua Kelompok Petani Garam kelompok I, pantai Sepanjang Priyo Subyo mengatakan, sampai saat ini budidaya garam masih dilakukan seadanya. Dari enam kolam hanya ada dua kolam yang digunakan.

"Hasilnya belum banyak hanya beberapa kilo saja, karena belum optimal," katanya Jumat (15/9/2017).

Dari pantauan, garam yang dihasilkan ditumpuk di antara kolam dan tong air. Garam berwarna putih bersih tak banyak kotoran. Selain masalah lahan yang relatif sempit, kendala juga terjadi karena ketiadaan sarana angkut air laut ke kolam, sehingga berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan.

Baca juga: Video Garam Beling Diduga Bermotif Persaingan Usaha

Saat ini menurut Priyo, warga masih melakukan dengan cara manual, yakni dengan mengangkut air dengan cara dipikul kemudian ditaruh di tambak. "Dulu informasinya mau ada bantuan dari pemda DIY, kami masih menunggu mudah-mudahan segera dapat diberikan," katanya.

Sementara Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengaku, Pemda DIY sudah mengajukan anggaran untuk bantuan tersebut. Nantinya untuk tindaklanjut pemda DIY akan melakukan survei.

"Memang saat ini bantuan dari provinsi belum cair, tapi yang jelas untuk pengerjaan dilakukan pada tahun ini,"katanya.

dia menyebutkan, masyarakat melalui kelompok tani mengajukan anggaran untuk mesin pompa menaikan air laut, bak penampungan. Selain itu, dalam pengembangan juga membutuhkan rumah plastik untuk tempat display dan pencetakan garam.

"Sudah diajukan total anggaran sekitar Rp 700 juta," katanya.

Perlu diketahui, pemda DIY memilih dua lokasi di Gunungkidul sebagai sentra industri garam. Adapun pantai yang dipilih Pantai Sepanjang, dan Pantai Nguyahan, Kecamatan Saptosari. 

Kompas TV Produsen garam PT Sumatraco Langgeng Makmur melaporkan adanya penyebaran tidak benar atau hoax.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.