Status Waspada, Wisatawan Dilarang Dekati Kawah Sileri Dieng

Kompas.com - 15/09/2017, 09:06 WIB
Kondisi Kawah Sileri di kompleks obyek wisata Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah, pasca-semburan lumpur, Senin (3/7/2017). Kawah Sileri menyemburkan lumpur setinggi 200 meter pada Minggu, 2 Juli kemarin, sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka. KOMPAS.com/M IQBAL FAHMIKondisi Kawah Sileri di kompleks obyek wisata Dieng Plateau, Banjarnegara, Jawa Tengah, pasca-semburan lumpur, Senin (3/7/2017). Kawah Sileri menyemburkan lumpur setinggi 200 meter pada Minggu, 2 Juli kemarin, sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka.
EditorReni Susanti

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) menaikkan status Kawah Sileri, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dari normal (level I) menjadi waspada (level II)

"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, status Kawah Sileri dinaikkan dari normal menjadi waspada sejak hari Kamis (14/5), pukul 23.00 WIB," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Surip, Jumat (15/9/2017).

Surip mengatakan, berdasarkan pengamatan visual Gunung Api Dieng, khususnya Kawah Sileri, dari periode bulan Juni 2017 hingga 14 September 2017 pada umumnya cuaca cerah-mendung hingga hujan, dengan curah hujan maksimal 88,9 milimeter.

Selain itu, angin bertiup lemah hingga kencang dari arah selatan, timur, barat, dan utara. Asap Kawah Sileri bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang. Tinggi asap maksimum 10 meter, serta tidak tampak adanya aliran gas dari Kawah Timbang.

(Baca juga: Aktivitas Vulkanik Meningkat, Status Gunung Agung Naik Jadi Waspada)

Sementara pada tanggal 2 Juli 2017, pukul 11.54 WIB teramati erupsi freatik, asap putih tebal, dan tinggi asap kurang lebih 150 meter dengan tekanan asap kuat.

"Dari sisi pengamatan kegempaan sejak bulan Juni 2017 hingga 14 September 2017 pukul 22.30 WIB, terekam 24 kali gempa tektonik jauh, 173 kali gempa tektonik lokal di mana dua kali terasa MMI IV dan satu kali terasa MMI II, 51 kali gempa vulkanik dalam (VA)," ucapnya.

"Lalu 10 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 12 kali gempa Tornillo, 485 kali gempa embusan, satu kali gempa letusan, serta gempa tremor menerus," tambahnya.

Ia mengatakan, suhu air Kawah Sileri sejak tanggal 8 Juli 2017 hingga 14 September 2017, pukul 22.30 WIB, menunjukkan peningkatan dari 90,7 derajat Celcius menjadi 93,5 derajat Celcius. Begitupun dengan suhu tanah di Kawah Sileri menunjukkan peningkatan dari 58,6 derajat Celcius menjadi 69,4 derajat Celcius.

Menurut dia, pengukuran suhu Kawah Timbang sejak tanggal 25 Mei 2017 sampai 13 September 2017 juga menunjukkan peningkatan dari rata-rata 57,3 derajat Celcius menjadi 62,7 derajat Celcius.

Sedangkan suhu tanah di Kawah Timbang sejak tanggal 1 Juni 2017 sampai 13 September 2017 menunjukkan tren menurun 18,6 derajat Celcius menjadi 17,2 derajat Celcius.

"Konsentrasi gas CO2 di Kawah Timbang sejak 25 Mei 2017 sampai 13 September 2017 berkisar antara 0,22 persen hingga 0,24 persen dan tidak menunjukkan adanya peningkatan," tuturnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X