"Sebelum Ada Aturan, Kami Menolak Ojek Online" - Kompas.com

"Sebelum Ada Aturan, Kami Menolak Ojek Online"

Kompas.com - 13/09/2017, 07:44 WIB
Seorang pengemudi Go-Jek menunggu aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Mereka menuntut PT Go-Jek Indonesia untuk menghapus performa, membuat payung hukum yang independen dari keluhan pengemudi, transparansi dalam setiap kebijakan, menstabilkan sistem menjadi lebih baik dan memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk semua pengemudi se-Indonesia.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Seorang pengemudi Go-Jek menunggu aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Mereka menuntut PT Go-Jek Indonesia untuk menghapus performa, membuat payung hukum yang independen dari keluhan pengemudi, transparansi dalam setiap kebijakan, menstabilkan sistem menjadi lebih baik dan memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk semua pengemudi se-Indonesia.

MAGELANG, KOMPAS.com - Setelah ditolak di Kota Magelang, penolakan operasional ojek online terjadi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dua wilayah yang berdekatan ini sepakat bahwa belum ada regulasi atau ketentuan dari Kementerian Perhubungan yang mengatur ojek online.

"Boleh tidaknya ojek online di sini, menunggu dari kementerian. Selama belum ada (aturan), kami menolak ojek online," kata Djoko Cahyono, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Selasa (12/9/2017).

Joko mengakui, sejauh ini pihaknya belum menerima permintaan atau permohonan izin operasional dari pengelola ojek daring berbasis aplikasi ini. Meski akhir-akhir ini pengemudi ojek online sudah beroperasi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Magelang.

(Baca juga: UGM Pasang Spanduk Larangan Ojek Online Mangkal di Sekitar Kampus)

Dia mengatakan, belum ada tindakan terhadap ojek online. Pihaknya hanya sebatas melakukan pembinaan. "Yang bisa kita lakukan, sebatas pembinaan, tidak ada tindakan lain. Mereka belum berizin, jadi kami juga tidak tahu (kantornya) dimana," ungkap Joko.

Joko menjelaskan, penolakan ojek online telah disampaikan para awak angkutan umum konvensional yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) kepada Bupati Magelang Zaenal Arifin.

"Organda sudah menyampaikan (penolakan ojek online ke Pak Bupati. Jawabannya, kami sesuai ketentuan dari Kementerian Perhubungan," ujar dia.

Sebelumnya, Wali kota Magelang, Sigit Widyonindito dengan tegas menyatakan tidak mengeluarkan rekomendasi izin operasional ojek online manapun.

Selain karena tidak ada ketentuan dari Kementerian Perhubungan, pihaknya ingin mempertahankan keberadaan angkutan kota (angkot) dan ojek konvensional yang sudah ada.

"Saya ngeman (sayang) yang sudah ada, Kota Magelang kan bukan kota metropolitan. Kita melindungi yang sudah ada (ojek konvensional), supaya bisa eksis,” kata Sigit.

Pemerintah Kota Magelang melalui Satpol PP bahkan telah menutup paksa kantor manajemen ojek online, Go-Jek, di Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Magelang karena dianggap belum mengantongi izin. 

Kompas TV Nah, Benu Keliling sempat mencoba fasilitas ojek difabel saat jalan-jalan di Jogja.


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Edukasi
Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan

Close Ads X