Selama 1 Tahun Kakek Ini Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur - Kompas.com

Selama 1 Tahun Kakek Ini Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Kompas.com - 12/09/2017, 09:27 WIB
Nurhasyim, kakek yang mencabuli anak tirinya menjalani pemeriksaan di ruang Unit Perlindungan Peremuan dan Anak Polres OKIKOMPAS.com/Amriza Nursatria Nurhasyim, kakek yang mencabuli anak tirinya menjalani pemeriksaan di ruang Unit Perlindungan Peremuan dan Anak Polres OKI

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Nurhasyim (65), warga Dusun 3, Desa Tanjungsari 2, Kecamatan Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, ditangkap petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKI.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Haris Munandar mengatakan, Nushasyim ditangkap karena telah mencabuli anak tirinya yang baru berusia 13 tahun. Aksi pelaku sudah berlangsung satu tahun, sejak korban berusia 12 tahun.

Pelaku dan korban tinggal satu rumah. Sedangkan ibu korban yang menikah dengan Nurhasyim sudah meninggal saat korban berusia 5 tahun. 

 

Haris menjelaskan, pada aksi pertamanya, pelaku mengiming-imingi hadiah telepon selular. Korban tidak bisa menolak karena menganggap Nurhasyim adalah ayahnya. Pencabulan terus berlangsung selama satu tahun dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam sebulan.

(Baca juga: Menunggu Kepastian Hukum Kasus Dugaan Pencabulan Siswi TK di Bogor)

 

Merasa tidak tahan korban akhirnya kabur dan melaporkan apa yang dialaminya ke warga. Warga langsung membawa anak tersebut ke kepala desa setempat, lalu membuat laporan di kantor polisi.

Polisi yang menerima laporan pun langsung menangkap Nurhasyim. Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang dikenakan saat pencabulan terjadi.

“Tersangka Nurhasyim mencabuli korban yang merupakan anak tirinya selama 1 tahun dengan iming-iming diberi hadiah, korban tidak tahan akhirnya kabur dan melapor ke kepala desa yang langsung melaporkannya ke polisi,” ujar Haris, Selasa (12/9/2017).

Haris mengungkapkan, korban mengalami trauma. Karena tidak mempunyai keluarga, saat ini ia dititipkan di sebuah pondok pesantren di wilayah OKI untuk memulihkan psikologinya sekaligus memenuhi kebutuhan sandang pangannya.

Sementara itu, Nurhasyim mengaku khilaf saat mencabuli anak tirinya. Ia menyesal atas perbuatannya tersebut. “Saya khilaf pak, saya menyesal,” tuturnya.

Atas perbuatnnya, Nurhasyim terancam Undang-undang Perlindungan Anak pasal 81 ayat 2 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Kompas TV Seorang Nenek Cabuli Anak di Bawah Umur


Komentar

Terkini Lainnya

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Internasional
Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

Nasional
Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

Megapolitan
Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

Megapolitan
Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi

Close Ads X