Basarnas Nias Cari Pekerja Menara yang Terseret Ombak saat Mandi

Kompas.com - 31/08/2017, 11:11 WIB
Tim SAR Pos Nias mulai pagi ini Kamis (31/8/2017), melakukan pencarian korban hanyut di luat saat mandi, di Pantai Hilindraso Raya, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selata, Sumatera Utara, korban hanyut saat mandi di laut bersama 3 rekannya yang merupakan pekerja pada Eriction Tower Titik 291 di Desa Hilindraso Raya. KOMPAS.com/HENDRIK YANTO HALAWATim SAR Pos Nias mulai pagi ini Kamis (31/8/2017), melakukan pencarian korban hanyut di luat saat mandi, di Pantai Hilindraso Raya, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selata, Sumatera Utara, korban hanyut saat mandi di laut bersama 3 rekannya yang merupakan pekerja pada Eriction Tower Titik 291 di Desa Hilindraso Raya.
|
EditorFarid Assifa

NIAS SELATAN, KOMPAS.com – Tim Search and Rescue (SAR) Nias, Kamis (31/8/2017) pagi, mencari satu warga yang hilang di Pantai Hilindraso Raya, Desa Hilindraso Raya, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

"Tim SAR Pos Nias hingga kini masih melakukan pencarian terhadap satu warga yang merupakan pekerja erection tower titik 291 di Desa Hilindraso Raya yang hilang digulung ombak di Pantai Payangan," kata koordinator Pos SAR Nias, Bobby Purba, Kamis (31/8/2017).

Informasi yang didapat tim SAR Pos Nias, korban bersama rekannya yang merupakan pekerja pendirian menara titik 291 di Desa Hilindraso Raya, terseret ombak saat bermain dan mandi di Pantai Hilindraso Raya, Rabu (30/8/2017) sore.

Korban diketahui bernama Sumindar (28), berasal dari Blora, Jawa Tengah, salah satu pekerja Pembangunan PLN 70 KV Nias.

"korban bernama Sumindar terbawa ombak hingga ke tengah dan hilang tergulung ombak," ungkap Koordinator Pos SAR Nias, Bobby Purba, Kamis (31/8/2017).

Baca juga: Terseret Ombak, Seorang Remaja Tewas di Pantai Ujong Blang

Tim SAR Pos Nias langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi Pantai Hilindraso Raya, namun belum ada tanda-tanda korban ditemukan. Siang nanti radius pencarian akan diperluas.

Ia menjelaskan, tim SAR Pos Nias akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Sesuai dengan prosedur, biasanya pencarian dilakukan selama tujuh hari ke depan.

"Penyisiran dan pencarian korban di laut juga harus memperhitungkan cuaca, sehingga pencarian akan dihentikan apabila sewaktu-waktu cuaca buruk di perairan pantai selatan Kepulauan Nias itu," ujarnya.

Selain dari Tim SAR Pos Nias, juga ada tim pencari dari BPBD Kabupaten Nias Selatan, Polres Nias Selata, Tim Pangkalan TNI AL Nias dan Koramil Telukdalam.

Baca juga: Wisatawan Tewas Terseret Ombak, Wisata Snorkeling Ditutup Sementara

Kompas TV Tujuh orang wisatawan terseret ombak besar saat mandi di Pantai Wotgalih, Lumajang, Jawa Timur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X