"Saya Khawatir Kita akan Kehabisan Kepala Daerah karena Ditangkap..."

Kompas.com - 30/08/2017, 16:25 WIB
peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM , Zaenur Rahman (tengah) saat jumpa pers KOMPAS.com / Wijaya Kusumapeneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM , Zaenur Rahman (tengah) saat jumpa pers
|
EditorErlangga Djumena

YOGYAKARTA,KOMPAS.com -  Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Zaenal Arifin Mochtar mengatakan, pemerintah dan DPR harus memperbaiki mekanisme pemilihan kepala daerah, Hal itu disampaikan Zaenal terkait kembali ditangkapnya kepala daerah, yakni  Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Yang agak mengkhawatirkan saya adalah kejadian kemarin, lagi-lagi ada kepala daerah yang terkena OTT. Ini menunjukan bahwa memang kepala daerah menjadi sarang dari proses-proses yang sangat mungkin koruptif," ujar dia dalam jumpa pers, Rabu (30/8/2017).

Zaenal menyebutkan, jika tidak segera dilakukan perbaikan dalam proses pilkada, pihaknya khawatir kepala daerah di Indonesia akan habis karena terjerat kasus korupsi.

"Saya khawatir, ini hanya masalah waktu saja kita akan kehabisan kepala daerah karena ditangkap semua," ucapnya.

Baca juga: Wali Kota Tegal Ditangkap, Warga Gembira dan Cukur Rambut hingga Gundul

Menurut dia, perbaikan yang harus dilakukan antara lain  mulai proses pemilihan hingga serta penggajian kepala daerah.

"Artinya negara mulai dari KPK, pemerintah dan DPR harus berpikir untuk memperbaiki, dari proses pemilihan sampai dengan penggajiannya," ucapnya.

Dia menilai gaji kepala daerah di Indonesia masih kecil. Hal ini bisa menjadi latar belakang terjadinya korupsi.

"Saya merasakan sampai sekarang kalau melihat peta gaji kepala daerah memang sangat lemah, masih kecil banget," ucapnya.

Seperti diberitakan, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno, Selasa (29/8/2017).

Kompas TV Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan kota Tegal, Jawa Tengah menghadang rombongan mobil wali kota Tegal, Siti Masitha Suparno, untuk meminta penjelasan atas rencana penutupan kampus mereka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.