Napi di Lapas Wirogunan Peringati HUT ke-72 RI, Apa Kabar Mary Jane?

Kompas.com - 17/08/2017, 23:48 WIB

"Kami masih menunggu kabar, kalau sana siap (Kejaksaan Agung), ya kami siap saja. Kami di sini membina saja," tutur Suherman.

(Baca juga: Ini Kondisi Terkini Mary Jane Terpidana Mati Asal Filipina)

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda eksekusi terhadap Mary Jane, beberapa saat sebelum eksekusi dilakukan di Lapas Nusakambangan pada 29 April 2015.

Alasannya, Pemerintah Filipina membutuhkan kesaksian Mary Jane setelah tersangka perekrut Mary Jane, yaitu Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina, pada 28 April 2015, atau sehari sebelum jadwal eksekusi terhadap Mary Jane.

"Informasi yang kami dapat, memang masih proses di pengadilan di Filipina. Di sana masih terus berproses jalan. Tapi kami tidak tahu di sana seperti apa (tingkatannya). Di Filipina juga punya KUHP sendiri. Di sana juga ada banding, kasasi, dan sebagainya," ucap Suherman.

"Kalau di negara kita kan ada target. Kalau sebatas ini selesai perkaranya. Kalau di sana (Filipina) tidak tahu prosesnya seperti apa," tuturnya.

(Baca juga: Hakim Filipina Akan ke Indonesia Kumpulkan Kesaksian Mary Jane)

Meski masih dalam proses, kata Suherman, Mary Jane juga kerap dikunjungi perwakilan Pemerintah Filipina. Setidaknya, kata dia, dua bulan sekali Mary Jane didatangi staf atau atase Kedutaan Besar (Kedubes) Filipina di Indonesia.

"Mereka berkunjung saja melihat kondisi warga negaranya. Cukup intens mereka datang ke sini," kata Suherman.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Regional
Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Melihat Lebih Dekat Emil Dardak Menggunakan Media Sosial...

Regional
KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

KPU Kepulauan Selayar Terima Anggaran Rp 22 Miliar untuk Pilkada 2020

Regional
Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Regional
Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X