17 Agustus, Jalan ke Parapat dan Danau Toba Ditutup Sementara

Kompas.com - 16/08/2017, 07:00 WIB
Danau Toba terlihat dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Danau Toba terlihat dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
EditorCaroline Damanik

PARAPAT, KOMPAS.com - Jalur lalu lintas menuju Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akan ditutup sementara pada tanggal 17 Agustus 2017. Ketua Pelaksana Kemerdekaan Indonesia Marolop Silalahi mengatakan, penutupan hanya dilakukan satu hari itu saja.

"Untuk jalur lalu lintas menuju dan ke Parapat, Simalungun akan ditutup pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Jalur akan dibuka kembali pukul 15.00 WIB," ucapnya di Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (15/7/2017).

Jalur ini ditutup karena berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan saat perayaan Hari Kemerdekaan ke-72 Tahun Republik Indonesia di Pantai Bebas Danau Toba, Parapat. Diperkirakan, acara ini akan banyak mengundang wisatawan.

"Masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif melalui jalan Sitahoan yakni dari arah Siantar menuju Tobasa bisa melewati jalan Simpang Palang yang nantinya akan keluar menuju jalan Sipangan Bolon. Begitupula sebaliknya yang datang dari arah Tobasa menuju Siantar," tuturnya.

(Baca juga: Sepanjang 17 Agustus 2017, Warga Bisa Naik KRL Gratis)

Bupati Simalungun JR Saragih meminta maaf kepada masyarakat yang akan melewati Parapat pada Hari Kemerdekaan ke-72 Indonesia tersebut.

"Saya sebagai Bupati Simalungun meminta maaf bila terdapat kemacetan karena kemacetan ini bagian dari masyarakat untuk merayakan kemerdekaan Indonesia," ucap Saragih.

Sementara itu, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf Oni Kristiono mengutarakan, pihak keamanan akan selalu siaga demi menjaga keamanan dalam melaksanakan perayaan kemerdekaan Indonesia yang akan dilakukan di Pantai Bebas di Parapat.

"Dari sisi keamanan maka pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan TNI untuk menjaga keamanan selama proses kegiatan kemerdekaan Indonesia ini berlangsung. Untuk personelnya dari TNI sebanyak 400 orang dan dari kepolisian 500 orang yang kesemuanya dipusatkan di Parapat," tuturnya.

 

Berita ini telah tayang di Tribun Medan, Selasa (15/8/2017), dengan judul: Tanggal 17 Agustus Jalan ke Danau Toba Akan Dialihkan, Berikut Jalur Alternatifnya

 

 

 

Kompas TV Luasnya setara dengan 2,5 kali luas negara Singapura



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X