Najwa Shihab Jadi Provokator dan Penyebar Virus Baca Buku di Indonesia

Kompas.com - 12/08/2017, 08:45 WIB
Najwa Shihab saat menggelar jumpa pers di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tentang temu literasi, Jumat (11/8/2017) Kompas. com/Sigiranus Marutho BereNajwa Shihab saat menggelar jumpa pers di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tentang temu literasi, Jumat (11/8/2017)
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Mantan jurnalis Metro TV, Najwa Shihab, mengaku bahwa dirinya sebagai provokator dan penyebar virus membaca buku di Indonesia.

Hal itu disampaikan Najwa Shihab kepada sejumlah wartawan saat menggelar jumpa pers di Hotel Aston Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (11/8/2017) malam.

Baca juga: Najwa Shihab Bantah Mundur dari Metro TV karena Novel Baswedan

Menurut Najwa, sebagai duta baca, ia mengajak seluruh warga Indonesia agar gemar membaca. Ia sangat prihatin dengan posisi Indonesia yang berada di urutan 60 dari 61 negara yang malas membaca.

“Saya hanya provokator untuk baca yang kerjanya menyebarkan virus baca kemana-mana,” tegas Najwa.

Pada saat diangkat menjadi duta baca, lanjut Najwa, ia mengaku merasa tegang dan stres, karena Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain di dunia dalam urusan membaca.

Di Amerika, kata mantan host "Mata Najwa" itu, minat baca mencapai angka 25-27 buku per tahun per orang, Jepang 15- 18 buku, sedangkan Indonesia hanya 0,01 per tahun.

Najwa mengaku, setelah berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia, sebenarnya minat baca warga Indonesia sangat tinggi, namun akses bukunya masih sangat kurang.

“Di daerah terpecil, jika ada orang yang membawa buku pasti menjadi rebutan anak-anak,” ucap Najwa.

Untuk mengatasi persoalan itu, Najwa mengatakan, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, seperti harga buku harus lebih murah, karena salah satu satu kendala minat baca di Indonesia, karena harga buku terlalu mahal.

Baca juga: Najwa Shihab: Masyarakat Cenderung Jadi Pembaca Reaktif, Bukan Proaktif

Adapun kendala lainnya yakni penyebaran buku yang tidak merata hingga ke desa- desa. Untuk mengatasi masalah itu, maka dirinya sudah bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menetapkan tanggal 17 setiap bulan sebagai hari kirim buku gratis ke daerah mana pun melalui PT Pos Indonesia.

“Kami berharap pencanangannya Pak Jokowi bisa mengirimkan buku ke daerah, sehingga menjadi virus bagi orang lain,” harapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Regional
Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Regional
Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Regional
Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Regional
Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Regional
Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X