Polres Magetan Tahan Kontraktor Tersangka Korupsi Proyek Rumah Sakit

Kompas.com - 24/07/2017, 19:23 WIB
Aparat Penyidik Tipikor Polres Magetan menggiring tersangka kontraktor berinisial SYT dalam  kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD dr. Sayidiman Magetan senilai Rp 1,5 miliar menuju sel tahanan, Senin ( 24/7/2017) sore. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiAparat Penyidik Tipikor Polres Magetan menggiring tersangka kontraktor berinisial SYT dalam kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD dr. Sayidiman Magetan senilai Rp 1,5 miliar menuju sel tahanan, Senin ( 24/7/2017) sore.
|
EditorFarid Assifa

MAGETAN, KOMPAS.com - Tim Penyidik Tipikor Polres Magetan menahan tersangka kontraktor berinisial SYT dalam kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD dr Sayidiman Magetan senilai Rp 1,5 miliar, Senin (24/7/2017).

Tersangka SYT ditahan setelah diperiksa penyidik selama lima jam.

"Tersangka SYT kami tahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan di Mapolres Magetan. Tersangka kami tahan agar tidak menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan tidak melarikan diri," ujar Kapolres Magetan AKBP Muslimin kepada wartawan di Mapolres Magetan, Senin (24/7/2017) sore.

Setelah memeriksa SYT, kata Muslimin, penyidik berencana memeriksa tersangka lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten berinisial EA, Kamis ( 27/7/2017) depan. Hari ini, tersangka EA berhalangan hadir untuk diperiksa dengan alasan sakit.

Baca juga: Korupsi Dana Pembangunan Ruang Rawat Inap, Kadis Kesehatan Magetan Jadi Tersangka

Ditanya apakah EA juga akan bernasib sama dengan tersangka SYT ditahan setelah diperiksa nantinya, Muslimin menjelaskan penahanan merupakan kewenangan penyidik.

Sesuai aturan, penyidik dapat menahan ataupun tidak menahan seseorang tersangka dalam kasus korupsi.

"Nanti akan kami lihat apakah tersangka EA kooperatif atau tidak," kata Muslimin.

Saat diperiksa, lanjut Muslimin, tersangka SYT dicecar pertanyaan seputar keterlibatannya dalam proyek itu. Selain itu, dia juga ditanya tentang peran konsultan pengawas dalam proyek pembangunan ruang inap RSUD dr Sayidiman Magetan.

Ditanya apakah ada tersangka baru dalam kasus ini, Muslimin menagatakan belum ada. Hasil ekspose perkara dengan jaksa penuntut umum Kejari Magetan menyebutkan belum ada calon tersangka baru.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Tipikor Polres Magetan menetapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, EA, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD dr Sayidiman Magetan senilai Rp 1,5 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Regional
Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Regional
Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Regional
686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Regional
Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Regional
Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Regional
4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Regional
Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Regional
Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Regional
2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

Regional
Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Regional
Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Regional
14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X