Kompas.com - 19/07/2017, 18:17 WIB
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachiar menyampaikan keterangan terkait kasus dugaan penculikan, penyekapa, dan penganiayaan yang dilakukan sejumlah awak PO Bus Bhineka di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/7/2017). Penganiayaan yang dilakuan terhadap dua orang tersebut mengakibatkan, satu orang meninggal dunia, satu lainnya kritis. Polisi terus memburu para pelaku. KOMPAS.com/ Muhamad Syahri RomdhonKapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachiar menyampaikan keterangan terkait kasus dugaan penculikan, penyekapa, dan penganiayaan yang dilakukan sejumlah awak PO Bus Bhineka di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/7/2017). Penganiayaan yang dilakuan terhadap dua orang tersebut mengakibatkan, satu orang meninggal dunia, satu lainnya kritis. Polisi terus memburu para pelaku.

CIREBON, KOMPAS.com – Sejumlah awak Perusahaan Otobus (PO) Bhineka diduga melakukan penyekapan, dan penganiayaan terhadap dua pemuda. Akibatnya, seorang pemuda meninggal dunia dan seorang lainnya kritis, setelah dianiaya lebih dari sekitar lima jam.

Jajaran Polres Cirebon Kota dipimpin Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachitiar langsung mendatangi kantor PO Bhineka di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu  (19/7/2017).

“Selasa kemarin, kami terima laporan adanya dugaan, penyekapan, penculikan dan penganiayaan terhadap warga Kabupaten Cirebon. Kasus ini berawal dari adanya dua orang yang mengendarai motor, kemudian entah bagaimana salip-salipan dengan Bus bhineka,” kata Vivid.

Mereka memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penyekapan dan penganiayaan.

Tim  yang terdiri dari Satuan Reskrim dan tim idenfitikasi, memeriksa ruang kasir dan satu ruang lainnya. Beberapa alat bukti yang masih berada di lokasi langsung diamankan.

Baca juga: Bocah Korban Penganiayaan Ibu Tiri Sudah Bisa Rawat Jalan

Polisi juga memeriksa bus Bhineka bernomor polisi E 7763 B yang menjadi titik awal pemicu kejadian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vivid menyebutkan,  awalnya dua pemuda, yakni R (21) dan S (21) yang mengendarai motor masing-masing, terlibat adu salip dengan bus Bhineka di jalur utama pantura, pada Senin pagi (17/7/2017) sekitar jam 03.00 WIB.

Tiba-tiba seseorang dari dalam bus melempar barang yang mengenai keduanya. R dan S tak terima sehingga mengejar bus.

Saat berhenti untuk menaikturunkan penumpang, S balas dendam dengan melempar balik bus dengan batu yang mengenai badan kiri bus. Seketika, kata Vivid, dua kernet langsung menangkap R dan memukulinya, sementara S melarikan diri.

Kedua kernet pun membawa R ke kantor mereka. Di sana R disekap dan dianiaya oleh sejumlah orang antara lain,  sopir, dua kernet, dan petugas lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.