Tuntut Penghapusan Uang Pangkal, Mahasiswa UHO Kendari Bentrok dengan Satpam

Kompas.com - 12/07/2017, 16:43 WIB
Seorang mahasiswa UHO Kendari terluka setelah bentrok dengan petugas keamanan kampus saat berunjuk rasa menolak penerapan uang pangkal bagi calon mahasiswa baru. KOMPAS.com/KIKI ANDI PATISeorang mahasiswa UHO Kendari terluka setelah bentrok dengan petugas keamanan kampus saat berunjuk rasa menolak penerapan uang pangkal bagi calon mahasiswa baru.

KENDARI, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (12/7/2017) terlibat bentrok dengan petugas keamanan kampus saat berunjuk rasa di depan rektorat menolak penerapan uang pangkal.

Dalam aksi itu, satu orang mahasiswa mengalami luka robek di bibir bagian bawah akibat terkena pukulan petugas keamanan kampus. Aksi ini berawal saat mahasiswa berorasi sambil membakar ban bekas di depan gedung rektorat UHO Kendari.

Selanjutnya, mahasiswa memaksakan diri masuk ke dalam gedung rektorat untuk bertemu dengan pelaksana Rektor UHO Kendari, Supriadi Rustad, namun dihalangi petugas keamanan kampus, sehingga kedua belah pihak terlibat bentrok.

Beruntung petugas kepolisian berhasil mengamankan kedua belah pihak, dan korban luka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Aksi ini dilakukan mahasiswa UHO Kendari, mendesak agar pihak kampus menghapus penerapan uang pangkal bagi calon mahasiswa yang mendaftar lewat jalur mandiri.

Baca juga: Tuntut Direktur RS Siloam Dicopot, Petugas Bentrok dengan Pengunjuk Rasa

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, La Ode Muhamad Tandowuna mengatakan, kebijakan itu sangat aneh karena pihak kampus tidak pernah mensosialisasikan dan standar pembayaran uang pangkal sangat tinggi.

"Penerapan uang pangkal menjadi beban bagi calon mahasiswa baru, belum lagi pemberlakuan pembayaran uang kuliah tunggal. Kasian orang tua adik-adik yang tak mampu dengan pemberlakuan uang pangkal," ujar Muhamad dalam orasinya.

Pengunjuk rasa lainnya, Ansar mengungkapkan bahwa penerapan uang pangkal berdasarkan peraturan Menristekdikti nomor 39 pasal 8 dan 9, namun perlu diingatkan bahwa pemberlakuan uang pangkal harus disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.

"Mestinya pihak kampus melakukan klarifikasi kemampuan ekonomi orang tua calon mahasiswa, jika uang pangkal dipaksakan maka yang diuntungkan mereka yang kaya. Sementara, calon mahasiswa yang cerdas tapi ekonomi sulit masuk UHO akibat masalah uang pangkal," ucapnya.

Untuk diketahui, penerapan uang pangkal untuk Fakultas Kedokteran dipatok antara Rp 150 juta hingga Rp 450 juta. Kesehatan Masyarakat dibebani Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta. Sementara untuk pendidikan vokasi dan ilmu budaya dipatok Rp 1 juta sampai Rp 10 juta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Regional
Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Regional
8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Regional
Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Regional
Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Regional
Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Regional
Awalnya Dikira Korban Pembunuhan, Ternyata Pria Ini Tewas karena Layangan Bocah SD

Awalnya Dikira Korban Pembunuhan, Ternyata Pria Ini Tewas karena Layangan Bocah SD

Regional
Beredar Video Pedemo Berlindung di Masjid Universitas Jambi, Banyak yang Pingsan Akibat Gas Air Mata

Beredar Video Pedemo Berlindung di Masjid Universitas Jambi, Banyak yang Pingsan Akibat Gas Air Mata

Regional
Ridwan Kamil Ajukan 3 Juta Warga Jabar Disuntik Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Ajukan 3 Juta Warga Jabar Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Pria yang Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumahnya Ternyata Adik Kandung Mantan Wali Kota Serang

Pria yang Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumahnya Ternyata Adik Kandung Mantan Wali Kota Serang

Regional
Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Regional
Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Regional
Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X