BPOM Kendari Temukan Terasi Mengandung Zat Pewarna Tekstil

Kompas.com - 14/06/2017, 19:47 WIB
KOMPAS.com/Defriatno Neke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan terasi yang mengandung bahan pewarna tekstil atau Rhadomin B yang dijual di pasar tradisional Wameo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Selain itu, BPOM menyita puluhan botol bahan pembuat kue yang tidak terdaftar dalam BPOM.

BAUBAU, KOMPAS.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) menemukan terasi yang mengandung bahan pewarna tekstil atau Rhadomin B. Terasi tersebut dijual di pasar tradisional wameo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Itu produk (terasi) bukan dari Baubau tapi dari Muna. Kita akan terus telusuri sampai di sana mengenai pembuatan terasi ini,” kata Kepala BPOM Kendari, Adillah Pababbari, di pasar tradisional Baubau, Rabu (14/6/2017).

BPOM bersama Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Maasra Manarfa, melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional dan swalayan dalam Kota Baubau. Di pasar Laelaengi, BPOM menemukan puluhan botol bahan pembuat kue yang tidak berizin. 

BPOM kemudian bergerak di pasar tradisional Wameo. Di pasar ini, BPOM menemukan terasi yang mengandung bahan pewarna tekstil atau Rhadomin B.


(Baca juga: BPOM Padang Ungkap 4 Pabrik Kerupuk yang Gunakan Boraks)

 

Pemeriksaan kemudian dilakukan di gudang distributor terbesar di Kota Baubau. Di gudang tersebut, tim menemukan puluhan produk makanan ringan anak-anak yang belum terdaftar di BPOM.

“Produk di sana (gudang), kita segel, gunakan segel Badan POM. Ini supaya tidak boleh didistribusikan. banyak produk yang tidak ada izin edarnya, kita berikan kesempatan karena ini produk dari Surabaya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Maasra Manarfa mengungkapkan, secara umum produk yang ditemukan masih dalam kategori aman digunakan.

(Baca juga: Temuan 600 Zak Beras Oplosan Mengarah ke Bulog Sulsel)

“Terasi (yang mengandung zat pewarna) tadi kita langsung tarik dari pasaran. Mudah-mudahan ke depannya sudah tidak terjadi lagi,” pungkasnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReni Susanti

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X