Soal Keindahan "View" Gerbang Tol Salatiga, Ketua DPRD Sebut Tak Penting - Kompas.com

Soal Keindahan "View" Gerbang Tol Salatiga, Ketua DPRD Sebut Tak Penting

Kompas.com - 08/06/2017, 06:02 WIB
DOK. PT TRANS MARGA JATENG Gerbang tol Salatiga di ujung ruas tol Bawen-Salatiga dengan pemandangan Gunung Merbabu di Jawa Tengah, Senin (5/6/2017).

SALATIGA, KOMPAS.com - Berbeda dengan koleganya di eksekutif, Ketua DPRD Kota Salatiga M Teddy Sulistio malah bersikap dingin atas fenomena viralnya Gardu Tol (GT) Salatiga yang dinyatakakan oleh para warganet sebagai GT terindah di Indonesia.

"Jalan tol bukan prestasi daerah," kata Teddy, Kamis (8/6/2017) dini hari.

Teddy mengatakan alasan dirinya tidak antusias dengan keberadaan jalan Tol Bawen-Salatiga ini. Menurut Teddy, Pemkot Salatiga sejauh ini tidak mempunyai konsep yang jelas tentang cara "menyelamatkan" kota berpenduduk kurang dari 200.000 jiwa ini dari ancaman sebagai kota mati setelah berfungsinya jalan Tol Semarang-Solo ini.

"Sekarang masalahnya adalah kehadiran jalan tol itu konsep pemerintah untuk menangkap peluang itu seperti apa? Di setiap pembahasan anggaran saya tidak lihat ada konsep," ujarnya.

Baca juga: Viral, Foto Gerbang Tol Salatiga dengan Latar Belakang Gunung Merbabu

Menurut Teddy, mestinya, kehadiran jalan tol Semarang-Solo ini tidak boleh membuat kota di lereng timur Gunung Merbabu ini mati. Tetapi sebaliknya, Salatiga harus punya "magnet" sehingga berkorelasi dengan kesejahteraan rakyat.

"Kalau cuma gardu tol berhadapan denga indahnya pemandangan, itu sejak zaman Majapahit sudah ada gunung. Masalahnya apakah pemkot sudah mempersiapkan diri?" tanya Teddy.

Politisi PDI-P ini lantas menyinggung nasib usulan Pemkot Salatiga ke Kementerian PUPR tentang penambahan pintu tol tambahan di Jalan Patimura, Kauman. Seperti diketahui, selama ini Pemkot Salatiga ngotot dibukanya akses tol di Jalan Pattimura lantaran khawatir Salatiga akan menjadi kota mati. Namun hingga menjelang dibukanya Tol Bawen-Salatiga, usulan exit Pattimura ini belum ada kejelasan.

"Malah yang saya dengar GT di Plumpungan (exit Pattimura) dananya hangus," imbuhnya.

Melihat kenyataan ini, Teddy mengatakan tidak ingin larut dalam euforia viralnya Gardu Tol Salatiga sebagai GT terindah di Indonsia.

"Enggak penting itu, sepanjang tidak berkorelasi dengan bangkitnya ekonomi rakyat," tandasnya.

Ia menegaskan, dengan keberadaan jalan Tol Bawen-Salatiga dan ke depan adalah Tol Salatiga-Boyolali, Salatiga harus bergegas bangun dari tidur atau kalau tidak akan tenggelam.

"Karena itulah kita kritis," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Pemkot Salatiga berkomitmen untuk menjaga agar pemandangan tersebut tetap bisa dinikmati para pengguna jalan tol sepanjang masa. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris saat meninjau jalan Tol Bawen-Salatiga, Rabu (7/6/2017) siang.

Baca juga: Viral GT Salatiga Terindah di Indonesia, Ini Kata Wakil Wali Kota

Saat berkesempatan melihat langsung GT Salatiga, Haris berjanji tidak akan "mengotori" dengan papan reklame pemandangan di GT Salatiga yang konon terindah di Indonesia ini.

"Saya mendapatkan saran dari rekan-rekan agar pemandangan pintu Tol Salatiga yang sedang viral ini tetap terjaga keindahannya. Caranya jangan sampai ada baligo atau bangunan tinggi yang menghalangi pemandangan dengan latar Gunung Merbabu tersebut," kata Haris.


EditorFarid Assifa

Close Ads X