Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/06/2017, 16:51 WIB
|
EditorCaroline Damanik

GARUT, KOMPAS.com - Pakar hukum perdata Prof DR H Mashudi yang juga guru besar di Universitas Padjadjaran Bandung, mengingatkan penggugat ibu kandung senilai Rp 1,8 miliar dengan cerita Malin Kundang.

"Hati-hati, ada contoh kejadian Malin Kundang agar diperhatikan, sangat bahaya, bila ibu katakan yang tidak baik ke kita, bisa kejadian, bahaya itu," katanya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut saat menjadi saksi ahli di sidang gugatan anak kepada ibunya senilai Rp 1,8 miliar.

Mashudi menegaskan, gugatan Handoyo dan istri kepada Amih yang jadi orangtuanya, tidak memenuhi asas kepatutan. Apalagi, nilai gugatannya juga tidak masuk akal dan menyalahi aturan.

"Uang harus diganti dengan uang, tidak bisa dengan emas, soal bunga, itu harus ditetapkan lewat undang-undang, " katanya mengomentari nilai gugatan yang diajukan penggugat.

Mashudi menegaskan, surat perjanjian hutang antara penggugat dan tergugat juga terindikasi motifnya tidak baik. Padahal, dalam hukum perdata perjanjian harus dibuat berdasarkan itikad baik.

"Kalau itikadnya baik membantu orangtua dikasih saja," katanya ketika menjawab pertanyaan penasehat hukum penggugat yang menyebutkan pinjaman kliennya kepada keluarganya tadinya beritikad untuk menolong Asep yang jadi tergugat 2.

(Baca juga: Penggugat Sang Ibu Rp 1,8 Miliar Siapkan Paket "Kasih Sayang" untuk Siti Rokayah)

Prof DR Mashudi sendiri, sengaja dihadirkan penasehat hukum Amih dan Asep sebagai tergugat. Dengan adanya keterangan dari saksi ahli, duduk perkara kasus pun diharapkan bisa lebih jelas.

"Setelah mendengar keterangan saksi ahli kita optimis menang, majelis hakim juga kelihatannya mengerti yang disampaikan saksi ahli," ungkap Sepranadja, penasehat hukum tergugat.

Menanggapi keterangan saksi ahli dari pihak tergugat, Jopie Gilalo pengacara penggugat mengaku tidak keberatan dan menyerahkan penilaiannya keterangan saksi ahli kepada majelis hakim.

"Itu kan saksi ahli dari tergugat, biarkan saja hakim yang menilai berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi," katanya.

Pihak penggugat sendiri, menurut Jopie, tidak akan menghadirkan saksi ahli untuk menguatkan gugatan yang diajukan.

 

Kompas TV Konflik antara anak dan orangtua terjadi di Garut, Jawa Barat. Seorang menantu menggugat ibu mertuanya atas utang senilai Rp 1,8 Miliar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.