Polisi Hentikan Operasi Tambang Timah Apung Ilegal di Pangkal Pinang

Kompas.com - 05/06/2017, 14:35 WIB
Peralatan tambang timah apung di kawasan Citraland Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung diamankan polisi. heru dahnur/kompas.comPeralatan tambang timah apung di kawasan Citraland Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung diamankan polisi.
|
EditorReni Susanti

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Tambang timah apung yang beroperasi di kawasan perumahan elit, Citra Land Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, ditertibkan aparat kepolisian.

Kasat Intelkam Polres Pangkal Pinang, AKP Adi Putra mengatakan, aktivitas tambang timah apung ini dihentikan karena tidak mengantongi izin. Selain itu, tambang ini dinilai merusak lingkungan waduk yang menjadi sumber air bersih warga Pangkal Pinang. 

Bahkan, warga sekitar lokasi tambang seperti kawasan elit Citraland merasakan dampaknya. Ketika hujan, warga di sana kerap terkena banjir. Diduga, salah satu penyebabnya adalah tambang tersebut. 

(Baca juga: 52 Persen Pengguna Narkoba di Babel Bekerja di Tambang Ilegal)

Sebenarnya, sambung Adi, sebelum penertiban, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Seluruh peralatan tambang dibongkar, sementara para pekerja digelandang ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Adi, Senin (5/6/2017).

(Baca juga: Dampak Tambang Ilegal, 16 Hektar Taman Nasional Lore Lindu Rusak)

Adi menjelaskan, barang bukti yang ikut diamankan terdiri dari satu unit kendaraan roda empat, empat mesin diesel, selang air, dan sejumlah drum plastik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Telepon Gus Miftah Batalkan Pengajian di Pemalang

Ganjar Telepon Gus Miftah Batalkan Pengajian di Pemalang

Regional
523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Regional
Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Regional
Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Regional
2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

Regional
13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

Regional
Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Regional
Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Regional
Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Regional
Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Regional
Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat 'Terbelah'

Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat "Terbelah"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

Regional
Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X