Harga Kebutuhan Pokok Tak Juga Turun, Warga Kelabakan Atur Keuangan

Kompas.com - 29/05/2017, 13:55 WIB
Untuk memastikan ketersediana kebutuhan pangan menjelang Ramnadan dan lebaran, Staf Ahli Bidang Pengaman Pasar Kementrian Perdagangan Ri, Sutriono Edi bersama gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan sidak pertama ke gudang bulog Mamuju untuk meninjau ketersediana stok beras dan, gula dan minyak goreng, Jumat (19/5). KOMPAS.ComUntuk memastikan ketersediana kebutuhan pangan menjelang Ramnadan dan lebaran, Staf Ahli Bidang Pengaman Pasar Kementrian Perdagangan Ri, Sutriono Edi bersama gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan sidak pertama ke gudang bulog Mamuju untuk meninjau ketersediana stok beras dan, gula dan minyak goreng, Jumat (19/5).
|
EditorReni Susanti

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Memasuki hari ketiga Ramadhan, harga kebutuhan pokok dan sayur mayur belum juga turun. Seperti di Polewali Mandar. Harga bawang putih sebelum Ramadhan angka Rp 30.000, kini masih dijual seharga Rp 50.000 per kg.

Tak hanya bawang putih, harga berbagai komoditas masih tinggi. Misalnya di pasar tradisional  Wonomulyo Polewali Mandar. Harga bawang merah Rp 25.000 dari sebelumnya Rp 20.000. Lalu telur ayam ras yang semula Rp 32.000 per rak (isi 30 butir, kini dijual Rp 40.000.

Untuk telur itik/bebek naik dari Rp 48.000 menjadi Rp 53.000. Begitupun lombok besar dari sebelumnya Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kg.Hal serupa terjadi pada cabai keriting dari Rp 20.000 menjadi Rp 24.000. 

Maspida, ibu rumah tangga asal Campalagian Polewali Mandar mengaku pusing dan kelabakan mengatur kebutuhan sehari-hari. Saat ini, ibu-ibu harus lebih kreatif membelanjakan uangnya. 

Sebenarnya, sambung Maspida, kenaikan harga beberapa komoditas masih terbilang wajar seperti lombok besar, tomat, cabai rawit, dan tomat. Namun kenaikan bawang puting tidak wajar.

“Yang lain naiknya wajar-wajarlah hanya saja beberapa kebutuhan melonjak kelewatan. Kita harap pemerintah bisa menormalkan harga sembako agar ibu rumah tanga lebih nyaman,”ujar Maspida.

(Baca juga: Penetapan Harga Bawang Putih 38.000 Per Kg Belum Efektif)

Murni, ibu rumah tangga lainnya mengaku kaget beberapa harga sembako melonjak tak wajar. Kini ia terpaksa sibuk menawar ke pedagang di sana-sini untuk mendapatkan harga lebih rendah.

Murni juga mensiasati kebutuhan dapurnya dengan cara mengurangi jumlah belanja dapur untuk seperlunya agar semua jenis kebutuhan dapur lainnya bisa dibeli.

“Ya terpaksa belanbja sedikit-sedikit agar bisa membeli beberapa kebutuhan lainnya,” ujar Murni.

(Baca juga: Upaya Stabilkan Harga, Pemkab Semarang Kaji Penanaman Bawang Putih)

Meski hampir semua kebutuhan pokok, sayur mayur,dan bumbu dapur mengalami kenaikan, pedagang mengaku tak menikmati keuntungan dari kenaikan harga sembako di pasaran. Sebab, daya beli masyarakat menurun. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X