Titin Mengaku Tidak Bisa Tidur karena Ingin Bertemu Jokowi

Kompas.com - 24/05/2017, 20:36 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Titin Destiani dalam acara pembagian sertifikat tanah di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017) Kompas.com/ Andi HartikPresiden Joko Widodo bersama Titin Destiani dalam acara pembagian sertifikat tanah di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017)
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Titin Destiani adalah penerima hadiah sepeda pertama dari Presiden Joko Widodo dalam acara pembagian 10.038 sertifikat tanah dari Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), Rabu (24/5/2017) di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang.

Titin maju pertama ke depan untuk menerima tantangan membaca Pancasila dari Presiden Jokowi. Namun, Titin tidak memegang sertifikat tanah seperti yang lainnya.

Baca juga: Pesan Presiden Jokowi kepada Penerima Sertifikat Tanah Gratis

Presiden Jokowi pun menanyakan keberadaan sertifikat milik Titin. Sebab, yang hadir dalam acara itu adalah mereka yang sudah mendapatkan sertifikat tanah gratis.

"Kok nggak dibawa, mana sertifikatnya," tanya Jokowi kepada Titin.

Kemudian diketahui bahwa Titin belum menerima sertifikat tanah. Penyebabnya adalah adanya kekeliruan penulisan tanggal lahir saat sertifikat tanahnya diterbitkan, sehingga harus direvisi.

"Sertifikat saya kan ada kekeliruan tanggal lahir. Tanggal lahirnya kan 18 Mei 1970. Di dalam sertifikat (tertulis) 18 Juli. Terus sama bapaknya dibetulkan, belum dikasihkan. Berhubung saya kepingin ketemu Bapak Presiden, saya ikut saja," katanya.

Titin yang merupakan warga Desa Sumberarum, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, mengaku tidak bisa tidur karena ingin bertemu dengan Jokowi.

"Karena saya semalam sudah tidak bisa tidur," imbuhnya.

"Tidak bisa tidur, tidak ngantuk, tidak tidur," timpal Jokowi merespons pengakuan Titin.

Kemudian Titin diminta membacakan Pancasila, dan ia membacakannya dengan fasih dan cepat.

"Meskipun sertifikatnya keliru tanggal lahir tapi Pancasila hafal 100 persen benar, silakan ambil sepeda," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi: 2019, 9 Juta Sertifikat, Caranya Gimana? Tergantung Pak Menteri

Diketahui, Presiden Joko Widodo membagikan 10.038 sertifikat tanah gratis kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Rabu (24/5/2017).

Dalam acara itu, ada lima sepeda yang menjadi hadiah dari Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X